Selasa

Nasehat Sufi 6




ﺑﺴـــــــــﻢ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺮﺣـﻤـﻦ ﭐﻟﺮﺣـــــــﻴﻢ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ, وَالصَّلاَهُ وَالسَّلاَمُ عَلَي اَشْرَافِي اْلاَنْبِيَاءِ وَاْلمُرسَلِيْنَ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِِ وَ عَلَي اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ

Sebelumnya Maha Besar Allah yang telah melimpahkan segala-Nya kepada kita agar kita pun mampu mengoptimalkan berbagai perwujudan penghambaan kita kepada-Nya dengan maksimal. Ketahuilah bahwasanya perwujudan pengabdian atau penghambaan kita kepada Allah kadang terpaut dengan sebuah Amal atau Ibadah. Pun walau pada dasarnya Amal Ibadah bukanlah menjadi jaminan keselamatan kita kelak dihadapan Allah swt.

Jama'ah sekalian, bukankah terlalu banyak sudah nikmat Allah yang ada melekat pada kita ? apakah yang ada dalam gelap ? Dalam kegelapan seperti itu tentu tak sebutir debupun mampu terlihat, tetapi tatkala mata tak dapat berfungsi jelas melihat debu pada kegelapan, tapi ingatlah bahwasanya hati dan perasa lah yang akan menjadi penilai apa2 yang ada pada di kegelapan itu. Begitupun halnya kita makhluq yang dikatakan memiliki akal dan fikiran. Apakah mampu hati menerima, mencerna berbagai nikmat Allah swt selama ini dan lalu membinanya menjadi sebuah pribadi yang pandai mensyukuri nikmat serta membangun peribadatan dan pengabdian yang tulus.

Wahay anak-anakKu, salahsatu yang menjadikan kita berat tuk mencerna nikmat allah adalah karena keburaman kita selama ini dalam menegakkan peribadatan kepada-Nya. Jika saja kita jeli menilik apakah tujuan daripada peminjaman nikmat dari Allah untuk kita saat ini. Yakni agar kita murni menyembah dan mengabdi kepada-Nya dengan segenap jiwa dan raga. Sebagaimana hal ini disebutkan dalam firman-Nya:

ﻭﻣﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﺍﻟﺠﻦ ﻭﺍﻹﻧﺲ ﺇﻟﺎ ﻟﻴﻌﺒﺪﻭﻥ

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Bagi orang yang berakal akan berusaha mencari rahasia di balik pemberian Allah yang berlimpah ruah tersebut. Setelah dia menemukan jawabannya, yaitu untukberibadah kepada-Nya saja, maka dia akan mengetahui pula bahwa dunia bukan sebagai tujuan. Sebagai bukti yaitu adanya kematian setelah hidup ini dan adanya kehidupan setelah kematian diiringi dengan persidangan dan pengadilan serta pembalasan dari Allah.

Itulah kehidupan yang hakiki di akhirat nanti. Kesimpulan seperti ini akan mengantarkan kepada :



1. Dunia bukan tujuan hidup.
2. Kenikmatan yang ada padanya bukan tujuan diciptakan manusia, akan tetapi sebagai perantara untuk suatu tujuan yang mulia.
3. Semangat beramal untuk tujuan hidup yang hakiki dan kekal.

Semoga kalian tetap teguh membangun ibadah2 yang murni hanya untuk dan demi Allah semata. Tetaplah jaga ke-Istiqomahan amaliah2 kalian, hingga terjadilah sebuah proses hati yang benar2 terakui oleh Allah swt dan Rosul-Nya Muhammad saw.

آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Nasehat Sufi 5



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي دَلَّ عَلَي وُجُوْبِ وُجُوْدِهِ جَمِيْعُ الْكَاءِنَاتِ, وَخَصَّ لِمَعْرِفَهِ عَقَاءِدِ التَّوْحِيْدِ مَنِ اخْتَارَهُ مِنَ الْبَرِيَّاتِ, وَالصَّلَاهُ وَ السَّلَامُ عَلَي سَيّدِ نَا مُحَمّدِنِ الْمَبْعُوْثِ بِاْلاَيَاتِ الْوَاضِحَاتِ, وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِالْكَرَامَهْ

Seseorang yang memiliki ke-imanan dan kesadaran jelas akan senantiasa mengoptimalkan penghambaan nya kepada Tuhan-Nya. Karena ia sadar bahwasanya ia tercipta bukan diperuntukkan bagi sesuatu atau perihal lain, ia sadar bahwasanya ia tercipta dengan kekurangan dan kelebihan hanya semata mata memurnikan Ke-Esaan Allah dan untuk beribadah kepada Allah.

Anak-anakKu, ketahuilah bahwasanya tatkala seorang hamba berdiri tegak dibawah naungan Kuasa Allah dalam peribadatannya, maka sejak saat itulah Allah memenuhi berbagai urgensi bathiniahnya dengan khazanah-khazanah yang indah. Tidak hanya itu, Allah Azza Wa Jalla pun akan berfirman sebagaimana IA berfirman kepada Nabi Daud AS dahulu :

Wahai Dawud! Siapa yang patuh padaKu berarti ia mencintaiKu, Aku bakal tempatkan di syurgaKu, dan akan Kuperlihatkan WajahKu. Dan siapa yang maksiat padaKu dan tidak mencintaiKu,
akan Kumasukkan pada nerakaKu, dan kupakaikan padanya dendamKu. Wahai Dawud, Demi kebesaranKu dan keagunganKu, tak ada yang bertetangga denganKu kecuali orang yang mencari
persandingan denganKu.

Subhanallah, betapa besar balasan Allah kepada siapa saja yang memaksimalkan serta mendisiplinkan ubudiah (kehambaan) nya kepada Allah dengan tanpa sesuatu dan niatan lain. Mulailah sedini mungkin untuk terus memohon kepada Allah agar di-istiqomahkannya kalian bersama dan untuk Allah selalu. Semoga Allah menghimpunkan kita semua kepada himpunan para kekasih-Nya dunia akhirat.

آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Minggu

Nasehat Sufi 4




ﺑﺴـــــــــﻢ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺮﺣـﻤـﻦ ﭐﻟﺮﺣـــــــﻴﻢ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ, وَالصَّلاَهُ وَالسَّلاَمُ عَلَي اَشْرَافِي اْلاَنْبِيَاءِ وَاْلمُرسَلِيْنَ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِِ وَ عَلَي اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ

Terlalu faqier diri ini untuk selalu menghitung hitung akan betapa besarnya Anugerah dan Nikmat Allah swt, tak akan pernah mampu diri ini untuk selalu membicarakan betapa berlimpahnya Keagungan, Kebesaran serta Kasih Sayang-Nya pada segenap ciptaan baik yang awal ataupun sesudahnya. Dengan itulah kita manusia yang memiliki Iman serta ke-Islaman selalu dituntut untuk lebih arif dalam menerjemahkan berbagai bentuk kejadian yang melengkapi setiap sudut pada kehidupan ini.

Tidak semua manusia memiliki ke-Islaman dan ke-Imanan yang baik. Kadang yang islam dan yang beriman pun harus melalui beberapa tahapan2 yang telah Allah sediakan dalam bentuk ujian dan cobaan demi untuk memilih atau pencarian manusia2 yang terbaik dalam islam dan iman. Ketahuilah bahwasanya hidup tidak hanya sebatas makan dan tidur, tidak pula sebatas bekerja dan berfoya demi menjamu nafsu2 yang berkembang pada diri seseorang. Hidup kita umat islam dan yang beriman sungguh memiliki tujuan, yakni berbakti dan mengabdikan diri kepada Allah melalui amaliah ataupun melalui sebuah peribadatan.

Ingatlah pesanku ini agar kalian berbahagia kelak dinegeri akhirat, berpedomanlah kalian selalu kepada nasehat ku ini hingga kalian keluar sebagai manusia2 pilihan yang telah Allah limpahkan dengan ridho-Nya.

1. Siapa yang memperbaiki hati dan bathinnya pasti Allah perbaiki dzohirnya.

2. Siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah pasti Allah perbaiki hubungannya dengan manusia.

3. Siapa yang beramal untuk akhiratnya pasti Allah cukupkan kebutuhan-kebutuhan dunianya.

Bermula dari perbaikan hati serta bathin, maka secara jelas dzohir akan menimbulkan beberapa adab dan perangkai yang indah. Lalu dengan adab yang semula terbit dari hati yang bersih, maka seseorang itupun akan senantiasa berlaku ihsan kepada setiap manusia lainnya, hingga segala amal dan ibadatnya pun tulus ikhlash hanya kepada akhirat, yakni keridhoan Allah Azza Wa Jalla. Semoga 3 nasehat tersebut selalu memotifasi bagi kita semua untuk menutut kelayakan dzohir bathin hingga dunia akhirat. Semoga Allah menghimpun kita bersama sama orang2 yang IA ridhoi dan IA Cintai.

آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Nasehat Sufi 3




ﺑﺴـــــــــﻢ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺮﺣـﻤـﻦ ﭐﻟﺮﺣـــــــﻴﻢ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ, وَالصَّلاَهُ وَالسَّلاَمُ عَلَي اَشْرَافِي اْلاَنْبِيَاءِ 
وَاْلمُرسَلِيْنَ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِِ وَ عَلَي اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ

Sungguh besar Anugerah Allah swt atas berhimpunnya kita bersama di majlis ini. Dengan itulah segala Puja & Puji mutlak milik hak Allah swt yang Maha Perkasa. Ketahuilah wahay anak-anakKu semua, bahwasanya Bunga yang indah hanya tumbuh diatas tanah yang lembut dan subur, bukan diatas bebatuan yang keras, begitu pula halnya dengan ilmu, ia akan mudah tumbuh apabila hati dan jiwa seseorang memiliki kebijaksanaan, kearifan dan adab2 yang terbaik. Sebaliknya ilmu tak akan timbuh apabila seseorang masih membiarkan ego dan kerasnya hati dan kepalanya.


Kewajiban seorang manusia yang ber-iman pun adalah menuntut ilmu2 yang bermanfaat, terlebih apabila itu ilmu agama yang akan menempa hati dan adab kalian kepada allah, ilmu yang semakin menambah kerinduan kalian kepada Allah, dan Ilmu yang mampu meredupkan ego kalian atas ketakutan kepada Allah swt.



Demikian di antara manusia, binatang2 melata, dan binatang2 ternak, ada yangbermacam-macam warnanya. Sesungguhnya, yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya adalah orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS Fathir : 28)



Dengan ilmu, seseorang dapat melihat betapa Gagah Perkasanya Allah swt lalu menghantarkan seseorang itu tuk selalu takut berbuat salah kepada Allah, betapa indahnya orang2 yang diberikan ilmu dan yang menuntut ilmu karena Allah. Dan rasulullah saw pun bersabda : Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya kesurga kelak. Dan sesungguhnya malaikat2 Allah akan  membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena puas dengan apa yang diperbuatnya, dan bahwasanya penghuni langit dan bumi sampai ikan yang berada di lautan, senantiasa memintakan ampunan kepada orang yang berilmu. Kelebihan orang yang berilmu dari ahli ibadah bagaikan
kelebihan (cahaya) bulan purnama dibandingkan bintang-bintang yang lain. Sesungguhnya ulama adalah penerus para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu, ia telah mengambil bagian yang sempurna.” (HR Abu Daud dan Al-Tirmidzi).



Sebalikanya orang-orang yang tidak memiliki illmu akan mendapatkan kerugian di dunia dan akhirat. Mereka hanya akan menjadi buih. Terbawa arus kesana kemari dan tidak pernah dipandang oleh orang lain. Di akhirat pun timbangan amal orang-orang yang tidak berilmu akan sangat ringan. Tentu saja timbangan yang ringan sulit menyelamatkan mereka dari api neraka.
Allah berfirman tentang salah satu risiko orang yang tidak berilmu. “ Tetapi orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan
Allah ? Tiadalah bagi mereka seorang penolong pun (QS Al-Rum : 29).



Semoga Allah swt melapangkan hati kalian agar kalian mampu menerima ilmu serta menjalankan ilmu itu dengan penuh kepribadian yang selayaknya seperti para kekasih-Nya. Semoga pula Allah mengganti berbagai ego dan kekeras kepalaan kalian dan menggantikannyan dengan Ilham dan Hikmah.


آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Kamis

Nasehat Sufi




ﺑﺴـــــــــﻢ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺮﺣـﻤـﻦ ﭐﻟﺮﺣـــــــﻴﻢ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ, وَالصَّلاَهُ وَالسَّلاَمُ عَلَي اَشْرَافِي اْلاَنْبِيَاءِ
 وَاْلمُرسَلِيْنَ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِِ وَ عَلَي اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ.

Tatkala kemarau tlah melanda pada sebagian alam, maka hutan pun akan hangus terbakar dan merusak sebagian keindahan sekitarnya. Pepohonan pun kian mengering dan sudah pasti akan menjatuhkan dedaunan yang ada pada ranting2 pohon tersebut. Demikian pula keadaan seorang hamba yang kian mendapati hatinya dalam keadaan lalai dan lupa kepada Allah, lupa akan tujuan sebenarnya, dan selalu mengabaikan apa2 yang Allah perintahkan. Tentu keadaan hati yang dilanda kemarau itu adalah akibat daripada besarnya ambisi atau nafsu nya pada dunia, tidak menutup kemungkinan pula hati yang sedemikian keringnya adalah akibat atas lemahnya imannya kepada Allah swt.

Apabila Iman pada seseorang mulai sirna, maka ambisi dan nafsu duniawi pun akan sigap memasuki hati seseorang dan akan menjerumuskan nya kepada jurang pemisah antara dirinya dan Allah. Dan jika jarak tlah terpampang jelas, maka bersiaplah untuk menunggu datangnya adzab dari Allah swt. Ketahuilah pula bahwasanya dunia bisa saja berlaku 2 arah, yakni bisa saja dunia menghantarkan seseorang kepada adzab allah, atau dunia akan membawa seseorang kepada jalan yang ia ridhoi. Kesemuanya terletak sebagaimana bisa kalian mempergunakan dunia pada hati dan pola hidup kalian.

Jika dunia adalah jalan yang akan menghantarkan seseorang kepada jalan keridhoan Allah, maka tatkala ujian dan musibah berkunjung pun ia berlaku ihsan dan memandang ujian pada dunia adalah salahsatu Kebijaksanaan dan Ke-Adilan Allah semata, ia pun berlaku sabar dalam doa, dan dzikirnya pun sebagai penguat iman dan islamnya kepada Allah. Namun jika dunia adalah jalan yang akan menghantarkan seseorang kepada jalan adzab Allah, maka tatkala ia diziarahi oleh ujian dan musibah, hatinya pun kian terbakar oleh kebencian yang akhirnya mencela apa2 yang Allah tentukan pada dirinya. Ia pun semakin lapang oleh kesempitan yang Allah berikan, dan pada saat itulah ke-Imanan dan ke-Islaman nya pun akan hilang seiring masuknya amarah dan ambisi2 keduniawian.

Arif dan bijaklah kalian mengawali kehidupan didunia ini, sabar dan berdoa lah selalu kepada Allah, jika kedua hal ini kian tumbuh dalam hati kalian, maka Allah pun akan membimbing kalian pada kelezatan dzikir yang akan memburamkan ambisi dan nafsu duniawi. Hingga Iman dan Islam pun kuat seiring indahnya budi pekerti kalian memandang dunia ini yang semata mata hanya untuk dan demi Allah. Semoga Allah ridho atas diriku dan kepada kalian semua dunia sampai negeri akhirat.

آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Nasehat Sufi



ﺑﺴـــــــــﻢ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺮﺣـﻤـﻦ ﭐﻟﺮﺣـــــــﻴﻢ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ, وَالصَّلاَهُ وَالسَّلاَمُ عَلَي اَشْرَافِي اْلاَنْبِيَاءِ
 وَاْلمُرسَلِيْنَ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِِ وَ عَلَي اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ.

Mengapa harus takut terjatuh jika kenyataannya ada Allah Sang Maha Pemurah atas setiap kejadian, Mengapa harus takut kehilangan jika ada Allah Sang Maha Menguasai keadaan, Mengapa harus takut dikhianati jika ada Allah yang Esa yang Maha Pengasih, Mengapa harus takut kehabisan jika ada Allah yang Kuasa dalam setiap pemberian, Mengapa harus takut pada kesedihan jika ada Allah Sang Maha Agung yang memegang semua ketentuan.
Ketahuilah pula bahwasanya  kerikil intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu/panas & tekanan yang tinggi diperut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, jika dia bisa bertahan, tidak hancur, maka dia akan berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara & mahal harganya. Sama halnya dengan kehidupan seseorang, seluruh kejadian menyakitkan yang ia alami, jika semakin besar ujian & cobaan yang ia hadapi dan ia bisa bertahan, maka ia akan tumbuh menjadi seseorang yang mulia & bahagia, layaknya intan yang dijaga & dihargai sangat mahal. Ujian / cobaan adalah cara Allah mendewasakan hamba_Nya, dan itu pun sungguh salahsatu bentuk kecintaan Allah kepada kita. Hendaknya setiap insan yang ber-iman tidak tergoyahkan dengan berbagai cobaan yang ada, tidak pasrah begitu saja terhadap cobaan tersebut, bahkan setiap hamba hendaklah tetap berkomitmen dalam agamanya, meningkatkan mutu ibadah dan amal. Sikap seperti di atas sangat berbeda dengan orang-orang yang ketika mendapat ujian merasa tidak sabar, marah, dan putus asa dari rahmat Allah. Sikap seperti itu malah akan semakin membawa dirinya tak terkendali dan cenderung lupa akan kekuasaan Allah Azza Wa Jalla.


Renungkanlah wahay anak-anakKu, tatkala Rasulullah sawbersabda :



ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﺫﺍ ﺃﺣﺐ ﻗﻮﻣﺎ ﺍﺑﺘﻼﻫﻢ ﻓﻤﻦ ﺭﺿﻲ ﻓﻠﻪ ﺍﻟﺮﺿﺎ ﻭﻣﻦ
ﺳﺨﻂ ﻓﻠﻪ ﺍﻟﺴﺨﻂ


“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi).

Sungguh tiada kepantasan bagi kita tuk berkomentar yang tak jelas akan semua hal yang ada dalam ujian atau cobaan dari Allah, yaqinlah semua telah Allah sediakan jalan keluar bagi siapa yang memandang hal itu (ujian/cobaan) dengan kacamata ilahy. Sadarlah selalu dalam menindak lanjuti apa2 yang Allah ujikan kepada kita, ikhlash dan ridho lah, pun usaha dan doa tiada terlepas dalam menghadapi ujian agar adab semakin indah seiring jalan yang akan Allah limpahkan berikutnya. Jangan kufur nikmat atas tangan yang tak mampu menjamah langit, namun bersyukurlah atas kaki yang saat ini masih Allah percayakan kepada kita tuk menjelajahi setiap suduh bumi dalam tujuan pencarian ridho dan kasih sayang-Nya.


Semoga Allah swt terus memberikan secercah ujian dan cobaan-Nya agar kita menjadi manusia2 yang IA cintai dan IA ridhoi dzohir bathin, dunia sampai akhirat. Semoga pula Allah mengampuni semua kesalahan2 yang kita perbuat dalam menerjemahkan apa2 yang IA berikan selama ini.


آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Senin

BEBERAPA WAJAH TEDUH NAN BER-KHARISMATIK PARA KEKASIH ALLAH.






















TIADA KEINDAHAN SESUDAH KEINDAHAN JUNJUNGAN NABI BESAR MUHAMMAD SAW DARIPADA KEINDAHAN WAJAH MERAKA. SEMOGA HATI INI SENANTIASA RINDU DAN CINTA KEPADA MEREKA DENGAN BERKAT & SYAFA'AT NABI SAW.

Selasa

IBADAH HAMBA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENGANTARKANMU PADA KEMA’RIFATAN HAQ




Secara lahiriyah Seorang hamba wajib memulai terlebih dahulu untuk wushul kepada tuhannya. Mereka harus mendaki ke atas, dengan ibadah lahir untuk mengembarakan ruhaniyah.
Namun demikian ibadah lahir itu hanya sebagai perwujudan pengabdian yang hakiki kepada-Nya. Dengan melaksanakan mujahadah dan riyadhoh di jalan Allah.

Mereka mensucikan diri baik lahir maupun batin dari segala kotoran basyariyah (sifat” kemanusiaan) yang menjadikannya terhalang wushul kepada Allah Rabbul Alamiin. Dengan mujahadah tersebut, seperti orang melaksanakan khulwah menyendirikan diri dari khalayak ramai tanpa meninggalkan keramaian itu, mereka berusaha mengembalikan seluruh kehendak perkara yang bersifat hudust (baru) secara manusiawi untuk dipertemukan kepada kehendak Allah yang azaliyah.

Ini adalah kelemahan kita …

Ungkapan ini adalah ungkapan kelalaian yang sangatlah halus dan keluar dari REL dalam wilayah UBUDIYAH dan itu yang di wajibkan oleh allah swt .

لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ

“(allah menghendaki) bagi siapa di antara kamu, yang mau menempuh jalan yang lurus.”

وَمَا تَشَاءُونَ إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam.”Jika usaha seorang hamba dibiarkan saja tanpa ada fasilitas HAIYUN (hidup) bisa manusia, dan penerimaan diri dari kesadaran diri akan keutamaan dan RahmatNya sebagai karunia Allah semata niscaya itu fana’ muthlaq itu takkan bisa di capainya.
 


نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya, siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” – (QS.24:35)

Jika ada manusia / mahluk yang bisa Washil kepada allah dengan usahanya sendiri Maka tertolaklah pengakuannya itu dan lalai jika usahanya itu telah menyerupai usahanya allah yang maha berkehendak dan menggerakkan . dan dia itu tidak sadar dengan kesyirikan murni … jika diri ini bisa menyembah atau beribadah kepadaNya apakah kita tidak sadar jika yang kita akui atu menyerupai keADAanNya .

وصولك الى الله وصولك الى العلم به وإلاّ فجلّ ربنا أن يتصل به شيئ أو ان يتصل هو بشئ


“Tersambungnya dirimu kepada Allah, berarti sampainya dirimu kepada kemampuan untuk mengerti Allah secara Hakiki. Jika bukan seperti itu, maka. Maha Agung Allah terhadap sesuatu yang tersambung dengan-Nya dan menyambungkan Dzat-Nya kepada sebuah pekara.”  Dengan itu mereka harus membersihkan segala pengakuan nafsu dan keresahan-keresahan hatinya, maka selamanya mereka tidak akan dapat wushul kepada tuhannya. Apabila di dalam perjalanan itu Allah berkehendak membuka pintu hati hamba-Nya, maka kehendak-Nya yang azali itu akan diturunkan ke bawah sehingga dua kehendak yang berbeda itu bertemu di tengah jalan. Kehendak yang satu mendaki dan yang satunya menurun.

لَوْاَنَّكَ لَاتَصِلُ اِلَيْهِ اِلَّا بَعْدَ فَنَاءِ مَسَاوِيْكَ وَمَحْوِ دَعَاوِيْكَ لَمْ تَصِلُ اِلَيْهِ اَبَدًا وَلَكِنْ اِذَا اَرَادَ اَنْ يُوَصِّلَكَ اِلَيْهِ غَطَّى وَصْفَكَ بِوَصْفِهِ وَنَعْتَكَ بِنَعْتِهِ فَوَصَّلَكَ اِلَيْهِ بِمَا مِنْهُ اِلَيْكَ لَابِمَا مِنْكَ اِلَيْهِ.


Jika sekiranya engkau tidak dapat wushul kepada Allah kecuali setelah fana’nya diri semua keinginan syahwat dan bersihnya sifat pengakuanmu, maka engkau tidak akan dapat wushul selama-lamanya. Akan tetapi jika Allah berkehendak mewushulkanmu kepada-Nya, maka Allah menutup sifatmu dengan sifat-Nya dan kebiasaanmu dengan kebiasaan-Nya.
Allah mewushulkanmu kepada-Nya dengan sesuatu dari-Nya kepadamu bukan dengan sesuatu darimu kepada-Nya. Dengan demikian, yang menjadikan sebab wushulnya hamba itu bukan kehendak dan Buah dari amal ibadah seorang hamba / usaha kerasnya seorang hamba, tetapi karena kehendak dan amal ibadah itu sejatinya hanya terbit dari kehendak Allah yang azali. 
سبح يسبح علي نفسه


dan maha suci allah swt yang akan mensucikan pada diriNya sendiri …..

suci dan mensucikan pada diriNya. kesucianNya bukan karena di puja / pun dari ketaatan mahluk. Tanda-tandanya, ketika seorang hamba telah masuk pada ketiadaan dirinya dan alam semesta ini … yang ada hanyalah hanyalah yang maha ADA .

kehendaknya yang yang baru (hudust) kepada kehendak Allah yang qodim dalam kesatuan amal yang dilakukan itu tidak ada mungkin, berarti jelas jika amal yg dilakukan oleh seorang hamba yang akalnya di bumi dengan menggunakan konsep bumi sedangkan hatinya di langit dengan menggunakan konsep langit. Itulah tanda-tanda manusia yang sempurna.

Nasehat Bagi Murid


Sari As-Saqathi
·         Seorang sufi adalah nama untuk tiga makna, ia yang cahaya ma’rifatnya tidak memedamkan cahaya wara’nya, ia tidak berbicara mendalam dalam suatu ilmu yang memberatkannya dan kejelasan Al-Qur’an menentangnya, dan segala karomah tidak mendorongnya untuk mendobrak segala yang diharamkan oleh Allah SWT.
·         Barang siapa ingin selamat agamanya, ingin istirahat badannya, sedikit kekalutan lantaran mendengarkan pembicaraan yang membuatnya kalut, maka beruzlahlah (pergi menghindari) dari manusia. Karena zaman ini adalah zaman uzlah dan menyendiri.
·         Diantara tanda istidrodj (pemberian nikmat Allah yang tidak diridloi-Nya) terhadap seorang hamba adalah buta mata hatinya dari kecacatan sendiri dan jeli memandang aib orang lain.
·         Tiga perkara sebagai tanda kebencian Allah atas seorang hamba, banyak bermain, banyak memperolok-olok, dan banyak ghibah.
·         Kekuatan yang tiada tanding adalah kemampuan menguasai dirimu, dan barang siapa lemah beradab terhadap diri sendiri maka beradab terhadap orang lain pun sangat lemah.
·         Syukur adalah janganlah anda menggunakan nikmat Allah untuk durhaka kepada Allah (Al-junaid)
·         Bukanlah orang yang takut kepada Allah seumpama orang yang hatinya terharu ketika membaca Al-Qur’an. Orang yang takut kepada Allah hanyalah yang meninggalkan makan dan minum, tidak tidur, sehingga ia meyakini entah ke manakah perjalanannya akan berujung.


Dzunnun Al-Misriy

·         Kerusakan yang menimpa manusia hanya disebabkan oleh enam perkara: pertama, lemahnya niat untuk beramal karena akhirat. Kedua, jiwa raga mereka telah ditawan oleh syahwat. Ketiga, hidup mereka telah didominasi oleh angan-angan yang melambung, padahal jatah hidup hanya sebentar. Keempat, pandangan makhluk telah berbekas pada jwa mereka diatas keridloan Sang Pencipta. Kelima, mereka mengikuti ajakan hawa nafsu sedangkan sunnah Nabi SAW ditinggalkan di belakang mereka. Keenam, mereka menjadikan ucapan mereka menggelincir kepada mereka sendiri, padahal berapa banyak generasi mereka terdahulu yang telah terkubur berkalang tanah (Mengapa tidak menjadi peringatan).
·         Aku tidak melihat apapun yang lebih mendorong untuk berikhlas daripada khalwah/menyendiri.
·         Tiada kehidupan kecuali menyertai orang-orang yang hatinya tertambat pada ketakwaan dan merasakan istirahat karena berzikir.
·         Tenang menuju ruh al-yaqin dengan keharumannya, halnya anak  dalam persusuan menjadi tenang menuju buaian.
·         Manusia tetap di atas jalan lurus sepanjang rasa takut berada pada diri mereka , maka jika rasa takut itu hilang, mereka sesat menjauhi jalan kebenaran.
·         Kunci ibadah adalah berpikir, dan tanda ishabat/telah berpijak pada kelurusan adalah berpaling dari jiwa dan keinginan. Sedangkan berpaling dari jiwa dan keinginan adalah meninggalkan syahwat keduanya.
·         Tawakal adalah meninggalkan pengaturan terhadap diri dan terlepasnya daya upaya (dari diri), sebab seseorang hanya mampu bertawakkal  apabila meyakini bahwa ALLAH SWT mengetahui dan melihat keadaan orang itu.
·         Keyakinan menyeru untuk menipiskan angan-angan, tipisnya angan-angan menyerukan zuhud, zuhud mewarisi hikmah, dan hikmah mewariskan pandangan pada segala akibat.
·         Tiga perkara sebagai tanda-tanda ikhlash: tidak terpengaruh oleh pujian dan cercaan manusia, lupa menuntut pahala amal di akhirat.
·         Apabila munajat telah tercapai oleh hati, maka seluruh anggota badan bisa istirahat.
·         Janganlah bersahabat dengan ALLAH, kecuali setuju atas kehendak-Nya, bersahabat dengan makhluk kecuali saling menasehati, bersahabat dengan diri sendiri kecuali tidak memperturutkan keinginannya. Dan jangan pula bersahabat dengan setan kecuali kamu menjadikannya musuh!
·         Yang sebenarnya layak menjadi sahabat yaitu yang menjengukmu di kala kamu sakit dan menerima tobatmu di kala kamu berdosa.
·         Diantara sekian banyak hati, ada hati yang mohon ampunan sebelum berdosa, maka ia diberi pahala sebelum melakukan taat.

Abul Qosim Al-Junaid

·         Qana’ah adalah kehendakmu hendaknya tidak mendahului sesuatu yang ditentukan menjadi milikmu di dalam waktu hidupmu
·         Khusyuk adalah kerendahan hati dihadapan Yang Maha Mengetahui tentang ghaib.
·         Sesungguhnya hal pertama dari tauhid yang dibutuhkan seorang hamba adalah ma’rifat pada ciptaan yang ia ciptakan. (jika Ia) baru, maka bagaimana membarukan-Nya. Maka ia dapat membedakan sifat Sang Pencipta dengan ciptaan-Nya, sifat Yang Maha Qadim dengan sifat makhluk (Muhdats). Ia akan berkorban untuk seruan-Nya, mengakui kewajiban taat kepada-Nya. Sebab orang yang tidak ma’rifat kepada majikannya, niscaya tidak akan mengakui kewajibannya kepada Al-Malik (Tuhan).
·         Tidak akan selamat orang yang selamat kecuali dengan perlindungan yang benar (Al-Junaid),tidak akan selamat orang yang selamat kecuali dengan benar-benar bertakwa (Ruwaim), tidak akan selamat orang yang selamat terkecuali dengan menjaga perjanjian (Al-Jaririy), tidak akan selamat orang yang selamat terkecuali dengan memiliki rasa malu yang sebenarnya (Ibnu Atha’)
·         Orang yang belum hafal Al-Qur’an dan tidak belajar hadits, ia tidak akan beroleh penuntun menuju jalan ini, karena keyakinan kami dalam hal ini (sufisme) diikat oleh Al-Qur’an dan hadits.
Ibrahim bin Adham
v  Apa-apa yang Allah anugerahkan kepada orang-orang miskin, tidaklah di akhirat kelak akan ia tanyakan zakat, haji, jihad, dan silaturrahmi. Sesungguhnya, hanyalah manusia-manusia kaya yang miskin inilah yang kelak akan didakwa dan dihisab.
v  Kesedihan itu ada dua; kesedihan untukmu dan kesedihan atasmu. Adapun kesedihanmu atas akhirat adalah untukmu. Sedangkan kesedihanmu atas dunia dan gemerlapnya adalah atasmu.
v  Wara’ hanya akan sempurna dengan melenyapkan semua makhluk di lubuk hatimu, sibuk mengisaki dosamu hingga lupa aib oranglain. Dan berkatalah sopan yang bersumber dari kerendahan hati dengan ikhlas karena Allah. Renungkanlah dosamu dan bertobatlah kepada Rabbmu, niscaya wara’ tumbuh dari relung jiwamu dan hindarilah penghargaan kecuali kepada Tuhamu.
v  Setiap pemimpin yang tidak adil, maka ia semertabat dengan pembajak laut. Setiap yang berilmu tanpa wara’ maka ia semertabat dengan musang. Dan setiap penghidmat kepada selain Allah, maka ia semertabat dengan anjing.
v  Amal yang berbobot di atas timbangan adalah amal yang dirasakan paling berat oleh badan, barang siapa beramal, pastikan ia beroleh pahala, dan barang siapa tak beramal maka ia telah safari dari dunia ke akhirat tanpa berpahala sedikit ataupun banyak.
v  Janganlah kamu durjana karena kehormatan. Sedangkan kehormatanmu jatuh di amat Tuhan. Bersihkanlah nama baikmu!
v  Barang siapa tidak mematuhi qadha dan qadar, pastilah ia temui kebingungan dan bergilirnya mudarat.
v  Alangkah indahnya takwa dan alangkah jeleknya durjana, dan semuanya bersumber dari apa yang dikerjakan dan hanya disisi Allah-lah balasan.
v  Jika kamu menginginkan bimbingan yang sebenarnya dalam perkara dunia dan akhiratmu, hindarkanlah jiwamu agar tak mengikuti hawa nafsunya karena ia menampung kerusakan.
v  Diantara kesombongan (uluwwun) adalah memperindah alas kakimu, sedangkan alas kaki saudaramu kamu biarkan.
v  Telah sampai kepadaku bahwa seorang hamba akan dihisab di hari kiamat dihadapan orang-orang yang paling dekat dengannya di dunia, agar rasa malu yang ia terima lebih terasa.
v  Allah tidak membenarkan seorang hamba yang mengejar popularitas baik dengan ilmu, karya, ataupun kehormatan.
v  Carilah ilmu karena ingin beramal, sebab kebanyakan manusia telah keliru (dengan ilmunya). Hingga ilmu mereka ada yang menggunung tetapi amalnya laksana sebutir jagung. Aku acap kali kusaksikan seakan orang itu tidak memiliki ruh. Andaikan angin meniuonya, niscaya tumbanglah ia.
v  Amal yang paling berbobot di atas timbangan adalah yang paling berat dirasakan badan, di dalam nilai amal dan di dalam segi pahala, dan barang siapa di dunia tidak beramal maka ia bersafari ke akhirat dengan tangan hampa.
Seseorang tidak menggapai posisi orang-orang soleh, kecuali enam tahapan ditelusurinya; pertama, mengunci pintu nikmat dan membuka pintu melarat. Kedua, mengunci pintu keagungan dan membuka pintu kerendahan. Ketiga, mengunci pintu istirahat dan membuka pintu kesungguhan. Keempat, mengunci pintu kekayaan dan membuka pintu kefakiran. Keenam, mengunci pintu angan-angan dan membuka pintu persiapan menuju maut.
v  Kami menginginkan kefakiran, tetapi kekayaan menghadap kami. Sedangkan manusia mendambakan kekayaan, justru kefakiranlah yang menghadap mereka.
v  Janganlah kamu bertanya kepada saudaramu tentang puasanya, sebab jika ia menjawab: Aku berpuasa, maka dirinya akan banggga dengan pertanyaanmu. Dan jika ia menjawab: Aku sedang tidak berpuasa, maka dirinya bersedih. Hal itu semua adalah tanda-tanda riya. Di samping itu, orang yang ditanya dipermalukan dan tampaknya kekurangan pada diri.
v  Hati kalian bisa mati sehingga doa sulit untuk dikabulkan karena sepuluh perkara:
v  Kalian mengenal Allah SWT, tetepi kalian tidak menunaikan hak-Nya.
·         Kalian membaca Al-Qur’an, tetapi tidak kalian amalkan.
·         Kalian mengaku cinta Rasulullah SAW, tetapi kalian tinggalkan sunnah beliau.
·         Kalian mengaku musuh setan, tetapi kalian bersekongkol dengannya.
·         Kalian berkata bahwa kalian menyukai surga, tetapi tidak beramal untuknya.
·         Kalian berkata bahwa kalian takut neraka, tetapi pekerjaan kalian merupakan pekerjaan ahli neraka.
·         Kalian berkata bahwa maut itu pasti terjadi, tetapi kalian tidak bersiap-siap menghadapinya.
·         Kalian sibuk dengan kejelekan orang lain, tetapi kejelekan sendiri dilupakan.
·         Kalian makan anugerah Allah, tetapi tidak mau mensyukurinya.
·         Kalian kubur jenazah kalian, tetapi enggan mengambil pelajaran.

Ja’far As-Shodiq
v  Bertakwalah kepada Allah dan janganlah anda menganalogikan agama dengan akal pikiran anda, karena makhluk pertama yang melakukan hal itu adalah iblis. Ketika Allah menyuruhnya agar sujud kepada Adam, ia beranalog aku lebih baik daripada adam.
v  Apabila kamu berbuat dosa maka mohonlah ampunan, sebab dosa-dosa itu hanya akan digantungkan pada leher manusia sebelum diciptakan dan kebinasaan di atas kebinasaan adalah terus-menerus di atas dosa.
v  Teman yang buruk adalah yang menemanimu di kala kamu kaya, dan berlari darimu di kala kamu miskin.
v  Para fuqaha adalah orang-orang kepercayaan para rasul, sepanjang mereka tidak dating mengetuk pintu istana raja.

Bisyir Al-Hafi
v  Ya Allah, andaikan Engkau jadikan kemasyhuranku di dunia ini untuk Engkau campakkanku di akhirat kelak, maka jadikanlah aku tidak terkenal.
v  Kecelakaan seorang alim di dunia adalah butanya mata hati.
v  Barang siapa mencari dunia maka bersiap-siaplah untuk menyambut kehinaan
v  Apabila pembicaraanmu membuatmu ujub maka berhentilah bicara. Dan jika diammu membuatmu ujub, maka ingatlah maut, karena hal itu akan menghilangkan kebingungan.
v  Tidak akan mendapati manisnya akhirat orang yang ingin dikenal oleh manusia.
v  Akan datang suatu masa yang dilalui manusia, negeri dikuasai oleh orang-orang pandir dan hina, atas orang-orang cerdas dan para pembesar.
v  Wahai yang mencari ilmu, kamu hanya bersenang-senang menikmati dan memetik ilmu, kamu mendengarkan dan menghikayatkan (ilmu) tiada selain itu. Andai kamu beramal dengan ilmumu, baru akan kamu rasakan pahitnya (mengamalkan) ilmu. Hati-hati, sebab ilmu hanya diperuntukkan agar beramal, dengarlah saudara. Belajarlah, kemudian amalkanlah dan bersembunyilah (jangan mempertontonkan). Tidakkah kamu lihat Sufyan ats-Tsauriy, bagaimana (kesungguhan)-nya mencari ilmu, belajar, dan bersembunyi. Dengarlah ucapanku untuk saudara, karena mencari ilmu hanya agar kamu bersembunyi dari dunia, bukan kecintaan atasnya.
v  Bersahabat dengan orang-orang sempalan akan mewarisi buruk sangka terhadap orang-orang pilihan, sedangkan bersahabat dengan orang-orang pilihan akan mewarisi baik sangka terhadap orang-orang sempalan. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Agung tidak akan bertanya: “Mengapa kamu baik sangka kepada semua hamba-Ku?”

Hatim Al-Asham
v  Ikhlash adalah hendaklah kamu berikan apa yang kamu miliki dan janganlah sesekali kamu pinta apa yang mereka miliki sedikitpun.
v  Empat sandaran beliau yaitu “bahwa aku tidak akan mati sehingga rezekiku tidak akan dimakan orang lain, bahwa aku tidak mengetahui ajalku kapan ia akan datang, bahwa aku tidak merasa lepas dari pantauan Allah sekejap pun”.
v  Empat macam bekal hidup Hatim Al-Asham: memandang dunia seisinya sebagai kerajaan Allah, memandang semua makhluk sebagai hamba Allah dan keluarga-Nya serta segala akibat dan rezeki ada di tangan-Nya, memandang bahwa qadha Allah menembus untuk setiap negeri-Nya.
v  Segala sesuatu itu ada perhiasannya, dan perhiasan ibadah adalah rasa takut kepada Allah, sedangkan tanda takut pada Allah adalah kecilnya angan-angan.
v  Janganlah kamu terjebak oleh tempat betah, sebab tiada tempat yang paling membetahkan selain surga. Tetapi Nabi Adam mendapati peristiwa yang beliau lalui. Janganlah tertipu karena banyak ibadah, karena iblis pun sekian lama dalam peribadatan, tetapi ia mendapati peristiwa yang membuatnya terusir  dan dilaknat yang ia lalui. Janganlah tertipu oleh banyaknya ilmu, karena Bal’am pun pernah memuji nama Allah yang paling agung, tetapi ia kufur kemudian. Dan janganlah tertipu dengan menyaksikan orang-orang saleh, tiada orang yang lebih agung terapannya daripada Rasulullah SAW, tetapi bukanlah kerabat-kerabat dan musuh-musuhnya tidak memperoleh manfaat kendatipun pernah bertemu.
v  Apabila kamu melihat seorang murid sufi menginginkan sesuatu yang bukan tujuannya, maka ketahuilah bahwa ia telah memperlihatkan kehinaannya.
v  Pokok zuhud adalah percaya kepada Allah, tengah-tengah zuhud adalah sabar, sedangkan ujungnya adalah ikhlas.
v  Barang siapa mendakwa telah mencapai tiga perkara tanpa diiringi tiga perkara lainnya maka ia adalah tukang dusta, yaitu Orang yang mendakwa takut kepada Allah tanpa diiringi wara’ dari larangan-larangan-Nya, ia adalah tukang bohong. Orang yang mendakwa cinta surga tetapi tidak berinfak akan hartanya di dalam ketaatan kepada Allah, maka ia adalah pendusta, dan orang yang mendakwa cinta Rasulullah tetapi tidak cinta kepada kefakiran maka ia adalah tukang bohong.
Imam Ahmad bin Hanbal
v  Tawakkal adalah memutuskan diri  dalam mencari kemuliaan dengan putus asa dari manusia.
v  Jika kamu suka agar Allah mengabadikan apa yang kamu cintai untukmu, maka teguhkanlah dirimu berada pada apa yang Allah cintai.
v  Sabar atas kefakiran adalah sebuah martabat yang hanya dicapai oleh orang-orang besar.
v  Kefakiran itu lebih mulia daripada kaya, karena sabar atas kefakiran adalah pahit, dan kecemasannya lebih membuat syarat untuk tidak bersyukur.
v  Amal yang dapat mendekatkan orang-orang mutaqarribin kepada Allah adalah dengan membaca Al- Qur’an baik dengan memahami isi kandungannya atau tidak paham (mimpi Imam Ahmad)

Al-Muhasibi
v  Cahaya dari sebuah pancaran yang bertabur disertai latihan, akan bertambah dan menjadi kuat dengan ilmu dan pemaaf.
v  Kami kehilangan tiga perkara yaitu rupawan disertai perlindungan, fasih bicara disertai kejujuran, melekatnya persaudaraan disertai kesetiaan.
v  Barang siapa batinnya dibersihkan dengan muraqabah (merasa dipantau selalu oleh Allah) dan keikhlasan, maka Allah akan menghias dhohirnya dengan mujahadah (sungguh-sungguh) dan mengikuti jejak Rasulullah SAW.
v  Awal kebinasaan seorang hamba adalah jauhnya hati dari mengingat akhirat. Ketika itulah timbul kelengahan dalam hati.
v  Amal yang paling dirasakan berat ada tiga yaitu dermawan dalam kepapaan, wara’ dikala menyendiri, dan menyampaikan kebenaran di hadapan orang yang ditakuti dan diharapkan.
v  Cinta adalah kecenderunganmu terhadap sesuatu dengan segenap dirimu, kemudian rasa khawatirmu pada sesuatu itu diatas dirimu, ruhmu, dan semua milikmu. Kemudian keserasianmu untuk-Nya (baik diperintahkan kepadamu atau dilarang atasmu) secara tersembunyi atau terang-terangan. Kemudian keyakinanmu bahwa rasa cintamu kepada-Nya teramat tipis.