Kamis

Sebuah Pesan Rahasia


Saya menemukan sebuah tulisan yg menarik dan perlu diperhatikan oleh NAA ataupun yg
lainnya. Yaitu : Sebuah Rahasia


Bismillaahirrahmaanirrahiim Allaahumma sholli wa salim wa baarik ‘ala sayidina wa nabiyyuna wa jadduna Muhammad tibbil quluub wa dawaa-iha wasyifaa-iha, nurril anwar wa sirriil asrar wa
‘ala aalihi masyhuuran wa mastuuran wa ‘ala ashaabihi ajma’in.

Kami adalah keturunan dari nya SAW, kami memegang kunci kunci rahasia dari nya saw kami anak anak dan cucu nya saw, kami memiliki nur nya saw, darah kami adalah darah nya saw, tiap gerakan kami diperhatikan nya Saw, tangisan kami bersambut pelukannya saw, kebahagiaan kami adalah bagian dari risalahnya saw, kami adalah salah satu dari kekuatan agama ini, agama sempurna yang selalu menghadapi hasil kedengkian orang orang pendengki, dan musuh bagi orang orang yang menghendaki kehancuran di muka bumi, sejak awal permulaan, hingga hari kiamat. Para wali Nya, sebagian ada yang masyhur atau diketahui orang lain tentang kewaliannya, dan sebagian dari waliNya yang lain adalah mastur atau tidak diketahui orang lain tentang kewaliannya, begitu pula dengan kami, para keturunan nya saw. Sebagian dari kami diketahui manusia, dan disambut dengan ciuman umat, mulai dari pecinta nya saw hingga para penjilat munafik yang menginginkan hal hal tersembunyi dibaliknya. Semua orang yang mengetahui hal ini kemudian memberi gelar mereka dengan sayid atau habib atau syarif atau segala sebutan kemuliaan untuk mereka karena hubungan pertalian nasab mereka dengan sang kekasih utama saw. Hanya saja, sebagian dari umat, dan bahkan dari kalangan masyhur ini tidak mengetahui keberadaan, maupun keadaan kami, keturunan mastur nya saw. Sebagian dari kami penyapu jalanan, sebagian dari kami membasuh piring piring umat di rumah mereka, sebagian dari kami adalah sopir, sebagian dari kami adalah pejuang pejuang tersembunyi yang tidak dikenal, sebagian dari kami tinggal di hutan, digunung gunung, di jalan jalan, dan sebagian kami tinggal di istana, maupun gedung gedung. Akan tetapi kami mengetahui siapa kami, dan siapa saudara saudara masyhur kami. Keinginan kami sama dengan mereka, membawa agama ini kepada kejayaan yang telah dijanjikan. Tidak ada rasa iri dalam hati kami kepada mereka yang masyhur, kami membantu mereka, mendukung mereka dengan jiwa dan raga kami, semampu kami. Tidak ada dari kami yang menyuarakan tentang eksistensi diri kami kepada khalayak umat atau harapan kemasyhuran dengan memegang nasab keturunannya saw karena kami dikehendakiNya menjadi mastur, terhindar dari hiruk pikuk kemuliaan silsilah. Selama ratusan tahun, kami bergerak tanpa diketahui bahwa kami adalah keturunannya saw, dan kami menjaga diri kami, dan diri yang masyhur. Kami turut memegang segala aib dan kesalahan kalian yang dengan bangga mengatakan keturunannya saw, dan tanpa tau konsekwensi dari pernyataan itu.

Sebagaimana manusia, kita semua memiliki kesalahan, kekhilafan, dan kelupaan. Hanya saja umat hanya mengetahui bahwa kalian adalah keturunan nya saw, dan setiap tingkah kalian yang tidak sesuai dengan tuntunan nya saw, tidak lain mereka menyalahkan nasab kalian dengan mengatakan, “keturunan Rasul kok kaya gitu dan segala perkataan dan pernyataan yang menyalahkan kalian karena kalian diketahui sebagai keturunannya saw. Selama ratusan tahun, kalangan masyhur yang amat sangat taat dan memegang teguh legasi kenabian saw, mengetahui keberadaan kami, mengetahui keadaan kami, mencintai kami, dan kami pun mencintai mereka, dan beberapa dari mereka menyebutkan kami di kitab mereka, dan beberapa dari mereka menjelaskan tentang kami kepada anak cucu mereka. Hanya saja, saat ini, sebagian dari kalangan masyhur muda, kalangan masyhur akhir zaman, kalian yang bahkan belum mengetahui bagaimana kerasnya hidup mempertahankan umat agar tidak tercerai berai hanya terfokus kepada urusan silsilah di robithah, perkumpulan kalangan masyhur yang menuliskan rantai emas silsilah yang berisikan tidak sampai seperempat dari jumlah kita yang sesungguhnya. Sebagian dari kami sudah merasakan dipukuli, dihajar, seperti layaknya penjahat, karena dianggap mengaku keturunannya Saw tanpa memiliki bukti tertulis berupa buku maupun kartu, dan tidak tertulis di perpustakaan silsilah keluaran kalangan masyhur. Tentu saja kami tidak memilikinya, apa yang kalian ingin kan ? kami mastur, kami tersembunyi, kami berbaur dengan umat, sebagian dari kami bahkan mengelap sepatu kalian di rumah kalian sendiri, dan kami tidak mengaku, sebenar benar kami, tidak akan mengaku, hanya saja Dia yang menunjuk kepada salah satu umat untuk menyaksikan nur kami, siapa kami, dan kemudian Dia pula yang membuka nya kepada yang lain, dan kemudian kalian mendatangi pintu pintu rumah kami, menatap kami seperti kami makhluk najis, kalian abaikan hati dan nurani kalian bahwa kalian melihat nur kami, kalian abaikan hati dan nurani kalian bahwa kami saudara kalian, dan kemudian kalian permalukan kami dihadapan keluarga kami, tetangga kami, kawan kawan kami. Amat banyak perlakuan kalian, diskriminasi, pengasingan, sampai penghujatan dan pemukulan terhadap kami dikarenakan ketidak pahaman kalian terhadap kami. Selama ratusan tahun, kami telah menjalani hidup kami dengan menjadi penutup aib kalian. Tidak terhitung lagi keluhan umat saat ini terhadap kelakuan kalian, tapi kami selalu menutup nya.

Selama ratusan tahun, darah kami tidak diketahui, ada dari kami yang menjadi pimpinan dikalangan manusia, dari Afrika, Inggris, Jerman, Perancis, sampai Indonesia. Sebagian kami yang benar benar terlena dengan harta dan kekuasaan menjadi murtad, iya, banyak dari kami yang memiliki orang tua yang bukan dari agama ini, raja raja Kristen, Katolik yang diagungkan di dunia barat, sampai raja raja Budha, Hindu di dunia timur, banyak dari mereka yang memiliki darah darinya saw , dan beberapa dari kami menjadi mualaf setelah mengetahui bahwa kami adalah keturunan dari nya saw, dan menyadari tugas yang harus diemban berikutnya. Dan ya, kami pun mengetahui dari kalangan masyhur pun beberapa memiliki kakek ataupun buyut yang bukan dari islam. Tapi bagaimana pun, tanpa mereka, kalian tidak akan ada di dunia ini. Kami sudah cukup lelah menghadapi kelakuan kalian yang semakin jauh dari yang seharusnya. Mulai dari yang muda yang ingin hura hura, sampai yang tua yang memanfaatkan kemasyhuran nya untuk mendapatkan harta yang tidak berarti demi kehidupan dunia dengan cara cara yang sangat kami sesali. Saudaraku, kami ada, kami disisi kalian, selama ratusan tahun, buyut buyut kami turut mendukung kalian dengan cara yang tidak akan pernah dimengerti kalangan masyhur seperti kalian. Tiap cabang ilmu yang kalian ketahui dan pelajari tidak akan membuka tentang siapa kami, hanya ilmu yang datang dari sisi Nya lah yang akan membuka mata hati kalian tentang kami. Karena kami mastur, kami tersembunyi di kalangan umat, dan sebagian kami adalah tetangga kalian yang kadang kalian sebut dengan sebutan yang seharusnya bukan merendahkan, hanya saja cara kalian tersenyum mencibir menyebutnya lah menjadikan hati kami tersakiti. Ya, kami tau siapa kami, kalangan datuk datuk kalian sendiri yang masyhur dengan kewaliannya, mendatangi kami dalam tidur tidur kami, dan menjelaskan segala sesuatunya. Kami memliki tulisan tulisan datuk kami yang dipegang secara turun temurun untuk membantu kami, membimbing kami, untuk menemukan siapa dari kalangan masyhur yang harus kami jaga, kami tutup aibnya, dan kami dukung perjuangannya. Sudah banyak keluhan dari kalangan kami sendiri atas perlakuan kalian yang makin jauh dari harapan dan doa datuk datuk kalian, kami
lelah. Dulu, datuk datuk kami mengisahkan tentang bersatu nya kalangan masyhur dan mastur untuk mempersatukan umat, dan masing masing memiliki tugas yang harus dikerjakan, kalangan masyhur pun menjaga pertalian nasab dengan menikahkan anak anak mereka dengan kalangan mastur, wanita, laki laki, agar menjaga persaudaraan dengan kami. Dan sekarang, kalangan masyhur menjadi sangat eksklusif, dan dengan mudah menyatakan kami tidak sekufu’ atau tidak sepadan dengan kalian, dan akhirnya menjadikan kalian semakin jauh dari kami. Kami saudara kalian, apa yang ada dalam darah kalian juga mengalir dalam darah kami, cobalah untuk istikharah dan minta lah petunjukNya, maka kalian akan mengetahui dengan jelas siapa kami, bagaimana berat beban yang kami pikul. Jika kalian merasa berat beban menghadapi umat, maka kami merasakan beratnya beban kami menghadapi umat, dan kalian. Kalian tidak sendiri di muka bumi ini, kalian selalu bersama kami, dan datuk datuk kami pun sangat menyadari pentingnya keberadaan kami secara tersembunyi ini dan tidak pernah mengharapkan pengakuan kalian terhadap kami. Namun perlakuan kalian kepada kami, saudara saudara kami, keluarga kami yang tidak lain adalah saudara dan keluarga kalian juga, benar benar menyakitkan kami lahir dan batin. Semakin pergantian jaman, sebagian kalian semakin eksklusif, dan rasis, kalian mengagungkan silsilah kalian yang jelas dan tertulis itu dengan ekstrim, dan menghadapi umat dengan wajah ulama, padahal kami mengetahui apa apa yang kalian lakukan dibelakang, karena kami selalu bersama kalian. Tangisan kami atas doa doa kepada kalian selalu diperhatikan Nya, sebagian besar dari kami bertemu dengan kakek kita yang termulia Saw, kami selalu bersama kalian, membaur dengan umat, membantu kalian, dan menutup aib aib kalian. Tolonglah kami, bukan dengan harta ataupun ketenaran, tolonglah kami, ringankan beban kami, jadilah diri kalian dengan kembali kepada kesucian yang diinginkan Nya, dan diinginkan kakek kita saw.

Selama ratusan tahun, dua kubu saudara, masyhur dan mastur, selalu ada di muka bumi ini, berjalan dengan tugas masing masing, dan entah kenapa sekarang beban itu amat sangat terasa berat di pundak kami. Kalangan sufi yang lurus amat banyak membantu kami, karena mereka adalah salah satu mercusuar cahaya Nya di muka bumi, mereka melihat dengan hati, mendengar dengan hati, merasakan dengan hati, dan mereka mengetahui bagaimana berat yang kami rasakan, mereka biasanya menemani kami dibelakang ataupun ditengah deretan umat yang duduk di majlis majlis kalian. Sadarilah, bahwa ilmu yang kita miliki ini hanya sedikit, dengan begitu hati kita akan dibimbing untuk mendapat ilmu yang tidak terdapat di buku ataupun kitab tertulis, dan sadarilah, kesombongan itu amat sangat halus dan tidak terasa, hanya saja, saat kehancuran itu tiba, barulah kita sadar bahwa selama ini kita hidup dalam kesombongan. Banyak dari kami pun mendapati beberapa dari kalian memandang rendah ulama ulama dari kalangan selain keturunannya saw, padahal apa yang mereka sampaikan benar benar berasal dari nya saw juga. Kita bukan lah orang yang mulia, hanya saja kakek kita lah saw yang mulia, dan kemudian Dia memuliakan kita karena darahnya saw terdapat dalam diri kita, dan Dia pula yang melukiskan wajah wajah kita. Banyak dari kami berwajah arab, asia, eropa, melayu, dan banyak pula dari kami yang berkulit hitam, hanya saja darah kami sama dengan kalian, jadi jangan lah kalian merendahkan orang yang tidak berwajah arab, bernama arab, atau menggunakan pakaian arab. Banyak dari kami menggunakan pakaian kehinaan, mengais sampah didepan rumah kalian, banyak juga dari kami yang menggunakan jas, menandatangani proyek proyek kalian, dan banyak juga dari kami yang mengantar anak anak kalian sekolah dengan becak yang kami kayuh. Lihatlah kami dengan hatimu, dan kalian akan mendapati cahaya kakek kita Saw pada diri kami. Tolonglah kami saudara kami yang kami cintai, kalianlah yang dilihat umat, bukan kami, kalianlah yang muncul didepan umat dengan imamah dan gamis, kalian pula yang berteriak dalam khutbah kalian untuk dakwah kepada umat, kami mengamati dan kami pula lah yang maju dibarisan paling depan untuk memimpin umat melakukan apa yang kalian teriakkan, dan kemudian kami pula lah yang harus berurusan dengan keluhan keluhan perlakuan kalian terhadap umat. Beberapa dari kami menyerah, karena kami hanya manusia biasa seperti kalian, dan dari yang menyerah itu, meninggalkan urusan dan tugas ini, dan bahkan tidak lagi menjelaskan siapa dirinya kepada anak anaknya lagi, kami semakin lemah disini, dan kalian semakin menjadi jadi. Dan tidak mungkin kami menuliskan ini, kecuali telah seizinNya, untuk mengingatkan kalian, karena kami benar benar telah tertindas dan terzhalimi dari ulah kalian, tidak semuanya tentu saja, beberapa dari kalian yang mengetahui hal ini, amat sangat baik kepada kami, dan bahkan mengatakan seandainya aku masih muda, dan dengan izin kalian, diriku sendiri, dan aku akan perintahkan anak anak ku untuk mengabdi kepada kalian, tapi tentu saja bukan itu yang kami inginkan. Kami tersembunyi, kami mengabdi, dan kami punya tugas yang tidak bisa kalian para masyhur lakukan. Dan kami tidak akan berhenti, dengan izinNya, kami akan selalu ada, dan selalu mengerjakan tugas kami, dengan izinNya pula kami menyebar dan membaur dengan umat selama ratusan tahun, turun temurun dan hanya mengharap kepada cintaNya dan cinta kakek kita saw.

Untuk saudara saudaraku yang mastur, yang tersembunyi dalam balutan kaus dan celana jeans, dalam jas, dalam sarung, ataupun kain bekas yang tidak layak untuk dipakai budak sekalipun, maupun yang telah menyadari tugas dan kewajibannya sebagai keturunannya saw, kami akan menemukan kalian dimanapun kalian berada, tenangkan hatimu, hapuskan semua tangisanmu, Dia mengetahui, Dia melihatmu, pun kakek kita saw juga selalu bersama kita, kalian tidak sendiri di muka bumi ini, pejamkan matamu, tenangkan dirimu, insyaAllah dengan izinNya, kami akan menemukan kalian dan menjelaskan risalah ke-mastur-an ini kepada kalian, risalah yang telah turun temurun selama ratusan tahun dijaga dan dijalankan dengan sangat baik, insyaAllah. Tersenyumlah saudaraku, Dia selalu bersama orang orang yang hatinya hancur karenaNya, ketersembunyian kita di dunia ini, akan menjadi kemasyhuran yang luarbiasa di hari kiamat nanti, sambutanNya, sambutan kakek kita saw, sambutan para malaikatNya lah yang kita tunggu. Jaga dirimu, jaga keluargamu, insyaAllah Dia akan membimbing kita semua. Yaa Rabb, sholli wa salim wa baarik ‘ala sayidina wa nabiyyuna wa jadduna Muhammad tibbil quluub wa dawaa-iha wasyifaa-iha, nuuril anwar wa sirril asrar wa ‘ala aalihi masyhuuran wa mastuuraan wa ‘ala ashaabihi ajma’in.

Wallahu A'lam

////////////////////////////////////////////
Manuskrip diatas tanpa nama yang jelas, dan bersumber dari :http://resources.rootsweb.com/~guestbook/cgi-bin/public_guestbook.cgi?gb=4615&action=view

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar