Sabtu

Ketika Berjumpa dengan Rosululloh SAW.

Insan mana yang hatinya tidak gembira apabila bertemu dengan sang pujaan hati, laksana dua insan yang dimabuk cinta apabila tlah bertemu maka berbungalah kehidupan mereka. Hal itupula yang menjadi kisah kali ini, yaitu perjumpaan anatar Insan yang Mulia diantara yang Mulia, yang nama-nya tlah bersanding di pintu Syurga bersama Allah 'Azza Wa Jalla. yaitu Nabi besar Muhammad SAW.

Berjumpa dengan Nabi SAW waktu tidur atau waktu jaga, dan Nabi SAW mengajar akan sesuatu ilmu, suatu doa, suatu sholawat dan suatu Dzikir, adalah HARUS DAN BOLEH, bagaimana telah berlaku pada para ulama, ahli ilmu Islam, Awliya Allah dan orang-orang
sholihin, itulah yang salah satu artian “fadhoilul ‘amal”.

Siapakah sosok kali ini yang menjadi perhatian Rosululloh ? beliau ialah Sulthonul Awliya As-Syekh As-Sayyid Muhammad Thalhah Mawlana Al-kaf. Pada saat Sulthonul Awliya sedang menjalani Riadloh dan Khalwatnya maka pada saat itupula Rosululloh datang dengan hati yang penuh kerinduan kepada Sulthonul Awliya. Rosululloh datang dengan penuh Wibawa dan Kharismanya menyapa seraya memberi salam,
Rosululloh : Assalamu'alaykum Wahai Abul Qurthuby.
Sulthon : Salam 'Alayka Ya Sayyidi Ya Rosululloh, sambil mencium tangan Rosululloh. lalu Sulthon pun dipeluk dengan mesranya oleh Rosululloh, sejenak terlihatlah gesekan gesakan cahaya yang menyilaukan mata. maka terjadilah dialog antara keduanya :
Rosululloh : seseuai janji-Ku, maka Aku datang dengan Ridho Allah.
Sulthon : Suatu kehormatan bagi saya yang tlah dipertemukan oleh Allah kepada Engkau Ya Rosululloh.
Rosululloh : terimalah hadiah dari-ku walau engkau tiada mengharap akan suatu hadiah.
Sulthon : apakah itu Wahai Rosululloh ?
Rosululloh : hanya sekedar Jubah ! lalu Rosululloh pun memakaikan Jubah tersebut kepada Sulthon.
Sulthon : Segala Puji bagi Allah yg tiada ku berharap akan sesuatu melainkan Ridho-Nya. setelah memakaikan jubah tersebut, Rosululloh pun maulai menghimpunkan apa apa yg terhimpin menjadi satu himpunan, lalu Rosululloh pun membawa Sulthon menjadi Himpunan yang Hakiki.

Keduanya pun hilang dalam lautan terkecil. suasana hening dan penuh kesyahduan. setengah jam berlalu maka tiba tiba hadirlah kembali keduanya dengan penuh siraman Nur Ilahiyyah. lalu Rosululloh pun segera pamit dengan rasa sedih karna berpisah. Denikian pula dengan Sulthon yang menangis setelah melepasa kepulangan Rosululloh.

Mahasuci Allah dengan segala hal yang tlah ditentukan-nya tanpa diketahui oleh hambanya, semua itu merupakan suatu pengajaran bahwa Cinta kepada Nabi dapat membawa kecintaan kepad Allah. Alangkah mulianya jika cinta itu tlah terbalas/diterima dan tersambung. Semoga Kisah ini dapat memotifasi kita agar selalu mencintai Nabi dan Allah dan mudah mudahan Anugrah Allah yang menghubungkan cinta kita dan Rosululloh. Amin Ya Robbal'Alamin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar