Selasa

Nasehat Sufi 6




ﺑﺴـــــــــﻢ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺮﺣـﻤـﻦ ﭐﻟﺮﺣـــــــﻴﻢ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ, وَالصَّلاَهُ وَالسَّلاَمُ عَلَي اَشْرَافِي اْلاَنْبِيَاءِ وَاْلمُرسَلِيْنَ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِِ وَ عَلَي اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ

Sebelumnya Maha Besar Allah yang telah melimpahkan segala-Nya kepada kita agar kita pun mampu mengoptimalkan berbagai perwujudan penghambaan kita kepada-Nya dengan maksimal. Ketahuilah bahwasanya perwujudan pengabdian atau penghambaan kita kepada Allah kadang terpaut dengan sebuah Amal atau Ibadah. Pun walau pada dasarnya Amal Ibadah bukanlah menjadi jaminan keselamatan kita kelak dihadapan Allah swt.

Jama'ah sekalian, bukankah terlalu banyak sudah nikmat Allah yang ada melekat pada kita ? apakah yang ada dalam gelap ? Dalam kegelapan seperti itu tentu tak sebutir debupun mampu terlihat, tetapi tatkala mata tak dapat berfungsi jelas melihat debu pada kegelapan, tapi ingatlah bahwasanya hati dan perasa lah yang akan menjadi penilai apa2 yang ada pada di kegelapan itu. Begitupun halnya kita makhluq yang dikatakan memiliki akal dan fikiran. Apakah mampu hati menerima, mencerna berbagai nikmat Allah swt selama ini dan lalu membinanya menjadi sebuah pribadi yang pandai mensyukuri nikmat serta membangun peribadatan dan pengabdian yang tulus.

Wahay anak-anakKu, salahsatu yang menjadikan kita berat tuk mencerna nikmat allah adalah karena keburaman kita selama ini dalam menegakkan peribadatan kepada-Nya. Jika saja kita jeli menilik apakah tujuan daripada peminjaman nikmat dari Allah untuk kita saat ini. Yakni agar kita murni menyembah dan mengabdi kepada-Nya dengan segenap jiwa dan raga. Sebagaimana hal ini disebutkan dalam firman-Nya:

ﻭﻣﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﺍﻟﺠﻦ ﻭﺍﻹﻧﺲ ﺇﻟﺎ ﻟﻴﻌﺒﺪﻭﻥ

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Bagi orang yang berakal akan berusaha mencari rahasia di balik pemberian Allah yang berlimpah ruah tersebut. Setelah dia menemukan jawabannya, yaitu untukberibadah kepada-Nya saja, maka dia akan mengetahui pula bahwa dunia bukan sebagai tujuan. Sebagai bukti yaitu adanya kematian setelah hidup ini dan adanya kehidupan setelah kematian diiringi dengan persidangan dan pengadilan serta pembalasan dari Allah.

Itulah kehidupan yang hakiki di akhirat nanti. Kesimpulan seperti ini akan mengantarkan kepada :



1. Dunia bukan tujuan hidup.
2. Kenikmatan yang ada padanya bukan tujuan diciptakan manusia, akan tetapi sebagai perantara untuk suatu tujuan yang mulia.
3. Semangat beramal untuk tujuan hidup yang hakiki dan kekal.

Semoga kalian tetap teguh membangun ibadah2 yang murni hanya untuk dan demi Allah semata. Tetaplah jaga ke-Istiqomahan amaliah2 kalian, hingga terjadilah sebuah proses hati yang benar2 terakui oleh Allah swt dan Rosul-Nya Muhammad saw.

آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Nasehat Sufi 5



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي دَلَّ عَلَي وُجُوْبِ وُجُوْدِهِ جَمِيْعُ الْكَاءِنَاتِ, وَخَصَّ لِمَعْرِفَهِ عَقَاءِدِ التَّوْحِيْدِ مَنِ اخْتَارَهُ مِنَ الْبَرِيَّاتِ, وَالصَّلَاهُ وَ السَّلَامُ عَلَي سَيّدِ نَا مُحَمّدِنِ الْمَبْعُوْثِ بِاْلاَيَاتِ الْوَاضِحَاتِ, وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِالْكَرَامَهْ

Seseorang yang memiliki ke-imanan dan kesadaran jelas akan senantiasa mengoptimalkan penghambaan nya kepada Tuhan-Nya. Karena ia sadar bahwasanya ia tercipta bukan diperuntukkan bagi sesuatu atau perihal lain, ia sadar bahwasanya ia tercipta dengan kekurangan dan kelebihan hanya semata mata memurnikan Ke-Esaan Allah dan untuk beribadah kepada Allah.

Anak-anakKu, ketahuilah bahwasanya tatkala seorang hamba berdiri tegak dibawah naungan Kuasa Allah dalam peribadatannya, maka sejak saat itulah Allah memenuhi berbagai urgensi bathiniahnya dengan khazanah-khazanah yang indah. Tidak hanya itu, Allah Azza Wa Jalla pun akan berfirman sebagaimana IA berfirman kepada Nabi Daud AS dahulu :

Wahai Dawud! Siapa yang patuh padaKu berarti ia mencintaiKu, Aku bakal tempatkan di syurgaKu, dan akan Kuperlihatkan WajahKu. Dan siapa yang maksiat padaKu dan tidak mencintaiKu,
akan Kumasukkan pada nerakaKu, dan kupakaikan padanya dendamKu. Wahai Dawud, Demi kebesaranKu dan keagunganKu, tak ada yang bertetangga denganKu kecuali orang yang mencari
persandingan denganKu.

Subhanallah, betapa besar balasan Allah kepada siapa saja yang memaksimalkan serta mendisiplinkan ubudiah (kehambaan) nya kepada Allah dengan tanpa sesuatu dan niatan lain. Mulailah sedini mungkin untuk terus memohon kepada Allah agar di-istiqomahkannya kalian bersama dan untuk Allah selalu. Semoga Allah menghimpunkan kita semua kepada himpunan para kekasih-Nya dunia akhirat.

آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن