Selasa

Nasehat Bagi Murid


Sari As-Saqathi
·         Seorang sufi adalah nama untuk tiga makna, ia yang cahaya ma’rifatnya tidak memedamkan cahaya wara’nya, ia tidak berbicara mendalam dalam suatu ilmu yang memberatkannya dan kejelasan Al-Qur’an menentangnya, dan segala karomah tidak mendorongnya untuk mendobrak segala yang diharamkan oleh Allah SWT.
·         Barang siapa ingin selamat agamanya, ingin istirahat badannya, sedikit kekalutan lantaran mendengarkan pembicaraan yang membuatnya kalut, maka beruzlahlah (pergi menghindari) dari manusia. Karena zaman ini adalah zaman uzlah dan menyendiri.
·         Diantara tanda istidrodj (pemberian nikmat Allah yang tidak diridloi-Nya) terhadap seorang hamba adalah buta mata hatinya dari kecacatan sendiri dan jeli memandang aib orang lain.
·         Tiga perkara sebagai tanda kebencian Allah atas seorang hamba, banyak bermain, banyak memperolok-olok, dan banyak ghibah.
·         Kekuatan yang tiada tanding adalah kemampuan menguasai dirimu, dan barang siapa lemah beradab terhadap diri sendiri maka beradab terhadap orang lain pun sangat lemah.
·         Syukur adalah janganlah anda menggunakan nikmat Allah untuk durhaka kepada Allah (Al-junaid)
·         Bukanlah orang yang takut kepada Allah seumpama orang yang hatinya terharu ketika membaca Al-Qur’an. Orang yang takut kepada Allah hanyalah yang meninggalkan makan dan minum, tidak tidur, sehingga ia meyakini entah ke manakah perjalanannya akan berujung.


Dzunnun Al-Misriy

·         Kerusakan yang menimpa manusia hanya disebabkan oleh enam perkara: pertama, lemahnya niat untuk beramal karena akhirat. Kedua, jiwa raga mereka telah ditawan oleh syahwat. Ketiga, hidup mereka telah didominasi oleh angan-angan yang melambung, padahal jatah hidup hanya sebentar. Keempat, pandangan makhluk telah berbekas pada jwa mereka diatas keridloan Sang Pencipta. Kelima, mereka mengikuti ajakan hawa nafsu sedangkan sunnah Nabi SAW ditinggalkan di belakang mereka. Keenam, mereka menjadikan ucapan mereka menggelincir kepada mereka sendiri, padahal berapa banyak generasi mereka terdahulu yang telah terkubur berkalang tanah (Mengapa tidak menjadi peringatan).
·         Aku tidak melihat apapun yang lebih mendorong untuk berikhlas daripada khalwah/menyendiri.
·         Tiada kehidupan kecuali menyertai orang-orang yang hatinya tertambat pada ketakwaan dan merasakan istirahat karena berzikir.
·         Tenang menuju ruh al-yaqin dengan keharumannya, halnya anak  dalam persusuan menjadi tenang menuju buaian.
·         Manusia tetap di atas jalan lurus sepanjang rasa takut berada pada diri mereka , maka jika rasa takut itu hilang, mereka sesat menjauhi jalan kebenaran.
·         Kunci ibadah adalah berpikir, dan tanda ishabat/telah berpijak pada kelurusan adalah berpaling dari jiwa dan keinginan. Sedangkan berpaling dari jiwa dan keinginan adalah meninggalkan syahwat keduanya.
·         Tawakal adalah meninggalkan pengaturan terhadap diri dan terlepasnya daya upaya (dari diri), sebab seseorang hanya mampu bertawakkal  apabila meyakini bahwa ALLAH SWT mengetahui dan melihat keadaan orang itu.
·         Keyakinan menyeru untuk menipiskan angan-angan, tipisnya angan-angan menyerukan zuhud, zuhud mewarisi hikmah, dan hikmah mewariskan pandangan pada segala akibat.
·         Tiga perkara sebagai tanda-tanda ikhlash: tidak terpengaruh oleh pujian dan cercaan manusia, lupa menuntut pahala amal di akhirat.
·         Apabila munajat telah tercapai oleh hati, maka seluruh anggota badan bisa istirahat.
·         Janganlah bersahabat dengan ALLAH, kecuali setuju atas kehendak-Nya, bersahabat dengan makhluk kecuali saling menasehati, bersahabat dengan diri sendiri kecuali tidak memperturutkan keinginannya. Dan jangan pula bersahabat dengan setan kecuali kamu menjadikannya musuh!
·         Yang sebenarnya layak menjadi sahabat yaitu yang menjengukmu di kala kamu sakit dan menerima tobatmu di kala kamu berdosa.
·         Diantara sekian banyak hati, ada hati yang mohon ampunan sebelum berdosa, maka ia diberi pahala sebelum melakukan taat.

Abul Qosim Al-Junaid

·         Qana’ah adalah kehendakmu hendaknya tidak mendahului sesuatu yang ditentukan menjadi milikmu di dalam waktu hidupmu
·         Khusyuk adalah kerendahan hati dihadapan Yang Maha Mengetahui tentang ghaib.
·         Sesungguhnya hal pertama dari tauhid yang dibutuhkan seorang hamba adalah ma’rifat pada ciptaan yang ia ciptakan. (jika Ia) baru, maka bagaimana membarukan-Nya. Maka ia dapat membedakan sifat Sang Pencipta dengan ciptaan-Nya, sifat Yang Maha Qadim dengan sifat makhluk (Muhdats). Ia akan berkorban untuk seruan-Nya, mengakui kewajiban taat kepada-Nya. Sebab orang yang tidak ma’rifat kepada majikannya, niscaya tidak akan mengakui kewajibannya kepada Al-Malik (Tuhan).
·         Tidak akan selamat orang yang selamat kecuali dengan perlindungan yang benar (Al-Junaid),tidak akan selamat orang yang selamat kecuali dengan benar-benar bertakwa (Ruwaim), tidak akan selamat orang yang selamat terkecuali dengan menjaga perjanjian (Al-Jaririy), tidak akan selamat orang yang selamat terkecuali dengan memiliki rasa malu yang sebenarnya (Ibnu Atha’)
·         Orang yang belum hafal Al-Qur’an dan tidak belajar hadits, ia tidak akan beroleh penuntun menuju jalan ini, karena keyakinan kami dalam hal ini (sufisme) diikat oleh Al-Qur’an dan hadits.
Ibrahim bin Adham
v  Apa-apa yang Allah anugerahkan kepada orang-orang miskin, tidaklah di akhirat kelak akan ia tanyakan zakat, haji, jihad, dan silaturrahmi. Sesungguhnya, hanyalah manusia-manusia kaya yang miskin inilah yang kelak akan didakwa dan dihisab.
v  Kesedihan itu ada dua; kesedihan untukmu dan kesedihan atasmu. Adapun kesedihanmu atas akhirat adalah untukmu. Sedangkan kesedihanmu atas dunia dan gemerlapnya adalah atasmu.
v  Wara’ hanya akan sempurna dengan melenyapkan semua makhluk di lubuk hatimu, sibuk mengisaki dosamu hingga lupa aib oranglain. Dan berkatalah sopan yang bersumber dari kerendahan hati dengan ikhlas karena Allah. Renungkanlah dosamu dan bertobatlah kepada Rabbmu, niscaya wara’ tumbuh dari relung jiwamu dan hindarilah penghargaan kecuali kepada Tuhamu.
v  Setiap pemimpin yang tidak adil, maka ia semertabat dengan pembajak laut. Setiap yang berilmu tanpa wara’ maka ia semertabat dengan musang. Dan setiap penghidmat kepada selain Allah, maka ia semertabat dengan anjing.
v  Amal yang berbobot di atas timbangan adalah amal yang dirasakan paling berat oleh badan, barang siapa beramal, pastikan ia beroleh pahala, dan barang siapa tak beramal maka ia telah safari dari dunia ke akhirat tanpa berpahala sedikit ataupun banyak.
v  Janganlah kamu durjana karena kehormatan. Sedangkan kehormatanmu jatuh di amat Tuhan. Bersihkanlah nama baikmu!
v  Barang siapa tidak mematuhi qadha dan qadar, pastilah ia temui kebingungan dan bergilirnya mudarat.
v  Alangkah indahnya takwa dan alangkah jeleknya durjana, dan semuanya bersumber dari apa yang dikerjakan dan hanya disisi Allah-lah balasan.
v  Jika kamu menginginkan bimbingan yang sebenarnya dalam perkara dunia dan akhiratmu, hindarkanlah jiwamu agar tak mengikuti hawa nafsunya karena ia menampung kerusakan.
v  Diantara kesombongan (uluwwun) adalah memperindah alas kakimu, sedangkan alas kaki saudaramu kamu biarkan.
v  Telah sampai kepadaku bahwa seorang hamba akan dihisab di hari kiamat dihadapan orang-orang yang paling dekat dengannya di dunia, agar rasa malu yang ia terima lebih terasa.
v  Allah tidak membenarkan seorang hamba yang mengejar popularitas baik dengan ilmu, karya, ataupun kehormatan.
v  Carilah ilmu karena ingin beramal, sebab kebanyakan manusia telah keliru (dengan ilmunya). Hingga ilmu mereka ada yang menggunung tetapi amalnya laksana sebutir jagung. Aku acap kali kusaksikan seakan orang itu tidak memiliki ruh. Andaikan angin meniuonya, niscaya tumbanglah ia.
v  Amal yang paling berbobot di atas timbangan adalah yang paling berat dirasakan badan, di dalam nilai amal dan di dalam segi pahala, dan barang siapa di dunia tidak beramal maka ia bersafari ke akhirat dengan tangan hampa.
Seseorang tidak menggapai posisi orang-orang soleh, kecuali enam tahapan ditelusurinya; pertama, mengunci pintu nikmat dan membuka pintu melarat. Kedua, mengunci pintu keagungan dan membuka pintu kerendahan. Ketiga, mengunci pintu istirahat dan membuka pintu kesungguhan. Keempat, mengunci pintu kekayaan dan membuka pintu kefakiran. Keenam, mengunci pintu angan-angan dan membuka pintu persiapan menuju maut.
v  Kami menginginkan kefakiran, tetapi kekayaan menghadap kami. Sedangkan manusia mendambakan kekayaan, justru kefakiranlah yang menghadap mereka.
v  Janganlah kamu bertanya kepada saudaramu tentang puasanya, sebab jika ia menjawab: Aku berpuasa, maka dirinya akan banggga dengan pertanyaanmu. Dan jika ia menjawab: Aku sedang tidak berpuasa, maka dirinya bersedih. Hal itu semua adalah tanda-tanda riya. Di samping itu, orang yang ditanya dipermalukan dan tampaknya kekurangan pada diri.
v  Hati kalian bisa mati sehingga doa sulit untuk dikabulkan karena sepuluh perkara:
v  Kalian mengenal Allah SWT, tetepi kalian tidak menunaikan hak-Nya.
·         Kalian membaca Al-Qur’an, tetapi tidak kalian amalkan.
·         Kalian mengaku cinta Rasulullah SAW, tetapi kalian tinggalkan sunnah beliau.
·         Kalian mengaku musuh setan, tetapi kalian bersekongkol dengannya.
·         Kalian berkata bahwa kalian menyukai surga, tetapi tidak beramal untuknya.
·         Kalian berkata bahwa kalian takut neraka, tetapi pekerjaan kalian merupakan pekerjaan ahli neraka.
·         Kalian berkata bahwa maut itu pasti terjadi, tetapi kalian tidak bersiap-siap menghadapinya.
·         Kalian sibuk dengan kejelekan orang lain, tetapi kejelekan sendiri dilupakan.
·         Kalian makan anugerah Allah, tetapi tidak mau mensyukurinya.
·         Kalian kubur jenazah kalian, tetapi enggan mengambil pelajaran.

Ja’far As-Shodiq
v  Bertakwalah kepada Allah dan janganlah anda menganalogikan agama dengan akal pikiran anda, karena makhluk pertama yang melakukan hal itu adalah iblis. Ketika Allah menyuruhnya agar sujud kepada Adam, ia beranalog aku lebih baik daripada adam.
v  Apabila kamu berbuat dosa maka mohonlah ampunan, sebab dosa-dosa itu hanya akan digantungkan pada leher manusia sebelum diciptakan dan kebinasaan di atas kebinasaan adalah terus-menerus di atas dosa.
v  Teman yang buruk adalah yang menemanimu di kala kamu kaya, dan berlari darimu di kala kamu miskin.
v  Para fuqaha adalah orang-orang kepercayaan para rasul, sepanjang mereka tidak dating mengetuk pintu istana raja.

Bisyir Al-Hafi
v  Ya Allah, andaikan Engkau jadikan kemasyhuranku di dunia ini untuk Engkau campakkanku di akhirat kelak, maka jadikanlah aku tidak terkenal.
v  Kecelakaan seorang alim di dunia adalah butanya mata hati.
v  Barang siapa mencari dunia maka bersiap-siaplah untuk menyambut kehinaan
v  Apabila pembicaraanmu membuatmu ujub maka berhentilah bicara. Dan jika diammu membuatmu ujub, maka ingatlah maut, karena hal itu akan menghilangkan kebingungan.
v  Tidak akan mendapati manisnya akhirat orang yang ingin dikenal oleh manusia.
v  Akan datang suatu masa yang dilalui manusia, negeri dikuasai oleh orang-orang pandir dan hina, atas orang-orang cerdas dan para pembesar.
v  Wahai yang mencari ilmu, kamu hanya bersenang-senang menikmati dan memetik ilmu, kamu mendengarkan dan menghikayatkan (ilmu) tiada selain itu. Andai kamu beramal dengan ilmumu, baru akan kamu rasakan pahitnya (mengamalkan) ilmu. Hati-hati, sebab ilmu hanya diperuntukkan agar beramal, dengarlah saudara. Belajarlah, kemudian amalkanlah dan bersembunyilah (jangan mempertontonkan). Tidakkah kamu lihat Sufyan ats-Tsauriy, bagaimana (kesungguhan)-nya mencari ilmu, belajar, dan bersembunyi. Dengarlah ucapanku untuk saudara, karena mencari ilmu hanya agar kamu bersembunyi dari dunia, bukan kecintaan atasnya.
v  Bersahabat dengan orang-orang sempalan akan mewarisi buruk sangka terhadap orang-orang pilihan, sedangkan bersahabat dengan orang-orang pilihan akan mewarisi baik sangka terhadap orang-orang sempalan. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Agung tidak akan bertanya: “Mengapa kamu baik sangka kepada semua hamba-Ku?”

Hatim Al-Asham
v  Ikhlash adalah hendaklah kamu berikan apa yang kamu miliki dan janganlah sesekali kamu pinta apa yang mereka miliki sedikitpun.
v  Empat sandaran beliau yaitu “bahwa aku tidak akan mati sehingga rezekiku tidak akan dimakan orang lain, bahwa aku tidak mengetahui ajalku kapan ia akan datang, bahwa aku tidak merasa lepas dari pantauan Allah sekejap pun”.
v  Empat macam bekal hidup Hatim Al-Asham: memandang dunia seisinya sebagai kerajaan Allah, memandang semua makhluk sebagai hamba Allah dan keluarga-Nya serta segala akibat dan rezeki ada di tangan-Nya, memandang bahwa qadha Allah menembus untuk setiap negeri-Nya.
v  Segala sesuatu itu ada perhiasannya, dan perhiasan ibadah adalah rasa takut kepada Allah, sedangkan tanda takut pada Allah adalah kecilnya angan-angan.
v  Janganlah kamu terjebak oleh tempat betah, sebab tiada tempat yang paling membetahkan selain surga. Tetapi Nabi Adam mendapati peristiwa yang beliau lalui. Janganlah tertipu karena banyak ibadah, karena iblis pun sekian lama dalam peribadatan, tetapi ia mendapati peristiwa yang membuatnya terusir  dan dilaknat yang ia lalui. Janganlah tertipu oleh banyaknya ilmu, karena Bal’am pun pernah memuji nama Allah yang paling agung, tetapi ia kufur kemudian. Dan janganlah tertipu dengan menyaksikan orang-orang saleh, tiada orang yang lebih agung terapannya daripada Rasulullah SAW, tetapi bukanlah kerabat-kerabat dan musuh-musuhnya tidak memperoleh manfaat kendatipun pernah bertemu.
v  Apabila kamu melihat seorang murid sufi menginginkan sesuatu yang bukan tujuannya, maka ketahuilah bahwa ia telah memperlihatkan kehinaannya.
v  Pokok zuhud adalah percaya kepada Allah, tengah-tengah zuhud adalah sabar, sedangkan ujungnya adalah ikhlas.
v  Barang siapa mendakwa telah mencapai tiga perkara tanpa diiringi tiga perkara lainnya maka ia adalah tukang dusta, yaitu Orang yang mendakwa takut kepada Allah tanpa diiringi wara’ dari larangan-larangan-Nya, ia adalah tukang bohong. Orang yang mendakwa cinta surga tetapi tidak berinfak akan hartanya di dalam ketaatan kepada Allah, maka ia adalah pendusta, dan orang yang mendakwa cinta Rasulullah tetapi tidak cinta kepada kefakiran maka ia adalah tukang bohong.
Imam Ahmad bin Hanbal
v  Tawakkal adalah memutuskan diri  dalam mencari kemuliaan dengan putus asa dari manusia.
v  Jika kamu suka agar Allah mengabadikan apa yang kamu cintai untukmu, maka teguhkanlah dirimu berada pada apa yang Allah cintai.
v  Sabar atas kefakiran adalah sebuah martabat yang hanya dicapai oleh orang-orang besar.
v  Kefakiran itu lebih mulia daripada kaya, karena sabar atas kefakiran adalah pahit, dan kecemasannya lebih membuat syarat untuk tidak bersyukur.
v  Amal yang dapat mendekatkan orang-orang mutaqarribin kepada Allah adalah dengan membaca Al- Qur’an baik dengan memahami isi kandungannya atau tidak paham (mimpi Imam Ahmad)

Al-Muhasibi
v  Cahaya dari sebuah pancaran yang bertabur disertai latihan, akan bertambah dan menjadi kuat dengan ilmu dan pemaaf.
v  Kami kehilangan tiga perkara yaitu rupawan disertai perlindungan, fasih bicara disertai kejujuran, melekatnya persaudaraan disertai kesetiaan.
v  Barang siapa batinnya dibersihkan dengan muraqabah (merasa dipantau selalu oleh Allah) dan keikhlasan, maka Allah akan menghias dhohirnya dengan mujahadah (sungguh-sungguh) dan mengikuti jejak Rasulullah SAW.
v  Awal kebinasaan seorang hamba adalah jauhnya hati dari mengingat akhirat. Ketika itulah timbul kelengahan dalam hati.
v  Amal yang paling dirasakan berat ada tiga yaitu dermawan dalam kepapaan, wara’ dikala menyendiri, dan menyampaikan kebenaran di hadapan orang yang ditakuti dan diharapkan.
v  Cinta adalah kecenderunganmu terhadap sesuatu dengan segenap dirimu, kemudian rasa khawatirmu pada sesuatu itu diatas dirimu, ruhmu, dan semua milikmu. Kemudian keserasianmu untuk-Nya (baik diperintahkan kepadamu atau dilarang atasmu) secara tersembunyi atau terang-terangan. Kemudian keyakinanmu bahwa rasa cintamu kepada-Nya teramat tipis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar