Selasa

Doa Sufi As-Sajjad

Tuhanku, gemintang langit-Mu telah tenggelam, Semua mata makhluk-Mu telah tertidur, tapi pintu-Mu terbuka lebar, buat pemohon kasihmu. Aku datang menghadap-Mu memohon ampunan-Mu, kasihilah daku, perlihatkan padaku wajah kakekku Muhammad SAAW pada mahkamah hari kiamat.


Demi kemuliaan dan kebesaran-Mu Maksiatku tidaklah untuk menentang-Mu, Kala kulakukan maksiat kulakukan bukan karena meragukan-Mu. bukan karena mengabaikan siksa-Mu
 bukan karena menentang hukum-Mu, Kulakukan karena pengaruh hawa nafsuku, dan karena Kau ulurkan tirai untuk menutub aibku.

Kini siapakah yang akan menyelamatkan aku dari azab-Mu
 kepada tali siapa aku akan bergantung,, kalau Kau putuskan tali-Mu malang nian daku, kelak ketika bersimpuh dihadapan-Mu
 kala si ringan dosa dipanggil : jalanlah! kala siberat dosa dipanggil : berangkatlah! Aku tak tahu apakah aku berjalan dengan si ringan atau dengan si berat.

Duhai celakalah aku bertambah umurku dan bertumpuk dosaku
 tak sempat aku bertobat kepada-Mu, sekarang aku malu menghadap pada-Mu.

Akankah Kaubakar aku dengan api-Mu wahai Tujuan segala kedambaan lalu, kemana harapku kemana cintaku, Aku menemui-Mu dengan memikul amal buruk dan hina diantara segenap makhluk-Mu tak ada orang sejahat aku. (ia menangis lagi)

Mahasuci Engkau, Engkau dilawan seakan-akan engkau tiada
 Engkau tetap pemurah seakan-akan Engkau tak pernah dilawan
 Engkau curahkan kasih-Mu kepada makhluk-Mu seakan-akan Engkau memerlukan mereka, padahal Engkau wahai Junjunganku tak memerlukan semua itu.

*) As-Sajjad (yang banyak bersujud) adalah julukan yang dikenakan kepada Ali Zainal Abidin, putra Husain, putra Ali, putra Abi Thalib.

Doa di atas diambil dari artikel Kang Jalaluddin Rakhmat di bawah ini:
http://tanbihun.com/cerpen/mazhab-cinta/


http://jalanmendaki.wordpress.com/2009/10/20/doa-as-sajjad/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar