Kamis

Manaqib Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari

 
Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari dilahirkan pada juma'at malam  sekitar pukul 04.30 wita, 7 rabiaul awal 1304 H.di desa dalam pagar Martapura.Beliau merupakan juriat dari Tuan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari dimana ayahnya bernama H.Abdus Shamad bin H.Muhammad Said Wali,merupakan keturunan ke empat Syech yang lebih terkenal dengan nama datu kelampayan,sedangkan ibunya bernama Hj.Qamariyah.
       
         Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari sejak kecil sampai dewasa mendapatkan bnyak bimbingan ilmu dari keluarganya yang sangat kental dengan tradisi religius islam,sehingga iman dan tauhid terbina dan terpelihara dalam dirinya,mempunyai ahlak yang terpuji santun dalam berbicara serta benteng yang kokoh dalam menegakkan perintah Allah SWT.dan senantiasa terhindar dari perbuatan sia sia.Selain itu dari sejak kecil Tuan Guru Zainal Ilmi sudah mempunyai ciri menjadi ulama sebab beliau memeliki akhlak yanag mulia yang tercermin dalam sikap dan perbuatan.
          Sejak kecil itu pula,beliau menyibukkan diri dengan mengisi hari harinya dengan menuntut ilmu dan beribadah memelihara waktu dan mengerjakan ibadah-ibadah,memelihara dan mengerjakan ibadah iabadah sunat,menghindaridiri dari perbuatan syubath,adapun tuan Guru Zainal Ilmi dalam menuntut ilmu diantar Gurunya adalah orang tuanya sendri Tuan Guru Abdus Shamad,padanya beliau belajar Arabiyah,fiqih,dan hadisselama kurang lebh 6 tahun,kemudian kepada Tuan Guru Muhammad Amin bin Qadhi H.Mahmud,Syech abdurahman Muda.Tuan Guru H. Abbas bin Mufti H.abdul djalil,Tuan Guru Abdullah bin Guru H.Muhammad shaleh,Tuan Guru H.Muhammad Ali bin Abdullah Albanjari,Tuan Guru H.Khalid,Tuan Guru H.Ahmad Nawawi,serta Tuan Guru H.ismail dallam pagar martapura (ayah dari KH.rRahman ismail,mantan kepala menteri agama kabupaten banjar),Tuan Guru Ahmad Wali kuin bajarmasin(murid H.Masaid Wali,kakek dari Tuan Guru KH>Zainal Ilmi).
           Dari Guru2nya tersebutlah Tuan Guru  Zainal Ilmi mendapatkanilmu pengetahuan agama yang kemudian beliau amalkan dalam kehidupan sehari-hari.Muenurut suatu Riwayat Tuan Guru Zainal ilmi Albanjari adalahKhalifah dari Mufti indaragiri riau,yakni Syech Abdurrahman Siddiq Albanjri atau lebih dikenal dengan (datau sapat).ketika Syech Abdurrahman Siddiq Albanjri hendak berangkat ketembilah riau,beliau ditanya oleh seseorang dikampung dalam pagar "siapakah pengganti Guru dikampung ini"..?kemudian Syech abdurahman Siddiq menjawab"Anang Ilmi ( Tuan Guru  Zainal Ilmi Albnjari)penggantiku."sambi menepuk bahu Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari.

         Kedermawanan Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari
       
                   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari memiliki perawakan gemuk dantidak terlalu tinggi.meskipun demikian beliau sangat di hormati dikalangan msayarakat dan kalangan ulama sendiri,sebab bukanlah ukuran jasmani yang mereka liat melainkan kedalaman ilmu yang dimiliki dan ahlak yang terpuji yang sungguh mempesona dan membuat orang2 memuliakannya.kemudian dari pada itu  Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari memiliki jiwa sosial  yang sangat tinggi,hal ini terlihatbahwasanya beliau suka menyantuni pakir miskin dan janda janda tua.sunggguh betapa tinggi ilmu beliau hingga menyembunyikan siat kedermawananya semasa hidup hingga tiada orang lain mengetahuinya ,kecuali hanya Allah dan orang2 tertemtu saja yang mengetahuinya.konon diceritakan Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari membagi bagikannya ketika malam tiba secara sembunyi2 dan ketika  pagi menjelang,fakir miskin dan janda2 tua yang dibrikan sedekah kaget dengan rezki yang ada didepan rumah mereka. hal demikian terus menerus terjadi selama beliau masih hidup,namaun setelah beliau wafat,para fakir miskin dan janda2 tua tidak pernah lagi mendapatkan sedekah seperti biasanya.maka msyarakat pun menyadari akan kemulian jiwa sosial sang Guru yang dalam memeberi sedekahsaja ia tak mau menyebutkan namanya dan memperlihatkan.

Karomah  Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari

   Memadamkan api dengan jarak jauh

Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari tiadak saja memiliki keilmuan tinggi dan ahlak yang mulia,namun beliau memiliki segudang keistmewaan diantaranya karamah  yang biasanya nampak pada wali-wali Allah SWT,diantarnya terjadi pada saat beliau mengajar murid-muridnya  di kediaman beliau,ditngah2 pengajian beliau,berkata"berhenti sebentar "kemudian sang Guru masuk kedalam dan melepakan baju jubahnya kemudian beliau bergegas mengambil dua buah timba dan menuju sungai di depan rumah beliau,Timba itu diisi dengan air dan disiram ke jalan raya,satu tiba itu disiramkan kesebelah kanan dan satu timba yang satuny di siram kesebelah kiri,slesai melakukan hal tersebut,Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari kembali masuk kedalam rumah dan bertemu dengan ibunya.ibunya yang keheranan dengan tingkah laku sang anak pun bertanya kealakuan beliau tersebut, kemudian beliau pun menjawab dengan lemah lembut bahwa beliau telah menolong  orang yang terkena musibah  kebakaran.berselang beberapa hari setelah kejadian diluar akal tersebut,datanglah seseorang yang sengaja berkunjung kepada beliau dengan ungkapan yang mengagetkan orang lain yang mendengarnya,bahwa Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjarilah yang telah menolong memadamkan kebakaran suatua kampung, dikampung marga sari kabupaten tapin, dengan karamah beliau,...

Memenuhi hajat petani durian..

            Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari memiliki banyak karamah yang masih disimpan orang2 yang masih sejaman dengan beliau,begitu pula dengan cerita Turun temurun dari satu generi ke generasi lainnya,diantaranya di ceritakan diantaranya . Ada seorang petani yang mempunyai banyak pohon duren,namun pohon duriannya tersebut tak kunjung berbuah,hingga ia pun berhajat apabila durian miliknya berbuah,maka akan dihadiahkannya kepada   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjaritak berselang lama,kebuan tukang petani durian itupun berbuah.namun pohon durinnya hanya berbuah 3 bigi saja,maka si petani masih saja ingin menunaikan hajatnya untuk memberikan semua buahnya kepada   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari.kendati demikian,maksud hati ingin berjumpa dengan   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjariteernyata tidak kesampaian kerena banyaknya kesibukan pada si petani tersebut,dia pun kemudian menitipkan 3 buah durian tersebut kepada seseorang tetangganya yang kebetulan mau bersilaturahmi kepada  Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari.

             ditengah perjalan orang yangdi amanahi buah tersebut rupanya tidak tahan menahan keinginan untuk mencicipi buah durian tersebut,Akhirnya orang itupun memakan satu buah durian yang diamanahkan,Agar aksinya tidak ketahuan,ketika sampai di Martapura ia pun membeli satu buah durian untuk mengganti buah yang diamakannya.Sesampai dirumah   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjariorang tersebut menitipkan buah yang diamanahkan oleh si petani.yakni 3 bigi buah durian yang satunya telah di ganti olehnya,  Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjaripun menyambut baik tamu tersebut dan mengambil hadiah titipan dari petani,Uniknya,  Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari hanya mengambil 2 buah durian,dan1 biji dibelah dan disuguhkan kepada tamunya tadi.ketika beliau menyugukan itulah   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari berkata "Bagaimana rasanya dengan durian yang kamu belah dan kamu makan dalam perjalanan tadi,,,?" mnias mana dengan yang ini..?"
saat itulh sang tamu menyadari bahwa orang yang ditemuinya bukan orang sembarangan.bahwasanya beliau adalah orang yanag kasyaf dan diberi keistimwewaan oleh Allah SWT.Walaupun dirinya memakan dan mengganti durian itu menjadi 3 biji namaun   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari mengetahuinya,,Subhanallah..

Wafatnya Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari 
           
                Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari dimasa hidupnya juga pernah diangkatnya sebagai penasehat badan pemulihan keamanan daerah kabupaten Banjar sekitar tahun 1956,ketika terjadi pemberontakan Ibnu Hajar.Setiap jum'at beliau memberikan ceramah kpada maysarakatyang terpengaruh dengan pemberontakan tersebut.Menjelang Wafatnya   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjarimasih menyempatkan waktu berdakwah,sebagaimana diceritakan,pada waktu itu beliau ada jadwal mengisi ceramah di Karang Intan.padahal   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjarisudah ttau kewafatannyakian dekat.sebab beliau menyuruh seseorang kepada mertuanya,mengabarkan kepada istrinya yang telah menginap dsana agar segera pulang kerumah.dengan pesan singkat dari  Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari"lakasi bulik kena kada sampat"selainin itu pula sebelum berangkat ke Karang Inatanuntuk berdakwah,beliau berkata kepada orang yang ada diwaktu sekitar itu"nanti bnyak orang "tak lama setelah itu beliau berangkat ke Karang intan.setelah acara tersebut itu selesai,  Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjarimendadak sakit dan berunjung wafatnya ditempat dakwahnya,Karang Intan,pada hari jum'at pada tanggal 13 djulkaidah 1375 H bertepatan dengan 21 juni 1956 pada pukul 12 siang.. Subhanallah...
               
                Ketika wafatnya   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjaritersebut musim kemarau,tanah dan sungai kering,sehingga untuk dimakamkan di desa Kelampayan disamping orang tuanya mendapatkan kendala,sebab untuk kekalampayan pada saat itu harus menggunakan jalur sungai sedangkan suangai sebagai sarana transportasi iyu idak bisa digunakan kerena kekeringan yang melanda,Dngan demikian muncullah inisiatif untuk memakamkan   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari ditempat lain,seperti didesa Dalam Pagar,adapun juga ingin dimakamkan ditaman mkam Pahlawan Bumi kencana oleh inisiatif ABRI,sebab dianggap sesepuh angkatan bersenjata.semua usulan tersebut disambut oelah ahli waris,namun ahli waris tetap menginginkan jasad beliau dimakamkan dengan datuknya Syekh Muhammad Arsyad Albanjari,kendati dengan hal yang mendekati tidak mungkin pada saat itu. Allah SWT berkehdak lain,tak disangka dan tak diduga jum'at mlam hujan turun dengan derasnyasehingga sungai yang dulu kering menjadi berair hingga bisa dilewati perahu yang membawa jenasah dan rombongan sanak keluarga yang mengiri jenazah   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari.dan pada hari sabtu 14 djulkaidah 1375 H dengan suasana yang penuh Hikmat jasad beliau dikebumikan disampinh makam orang tuanya Tuan Guru H.Abdu Shamad di kelampayan berdekatan dengan Datuknya Syekh Muhammad Arsyad Albanjari

       Akhir kalam itulah sepenggal kisah dari Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari yang kita cintai semoga   Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari ditinggikan derajat beliau dan diterima segala Amal kebajikan beliau semasa hidup..dan Akhirnya ulun dari penulis Muhammad Rasyidi yang fakir dan haus akan rahmat Allah SWT memohon ampun dan maaf apabila didalam penulisan terdapat kata2 yang salah atau janggal mohon dimaafkan..dan tak lupa pula kita haturkan shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Besar Sayyidina Muhammad yang atas beliaulah kita dapat memeluk agamislam yang membawa kita kejalan yang benar. Wassalam ..
 
Sumber :  http://rindurasul2.blogspot.com/

Sebuah Pesan Rahasia


Saya menemukan sebuah tulisan yg menarik dan perlu diperhatikan oleh NAA ataupun yg
lainnya. Yaitu : Sebuah Rahasia


Bismillaahirrahmaanirrahiim Allaahumma sholli wa salim wa baarik ‘ala sayidina wa nabiyyuna wa jadduna Muhammad tibbil quluub wa dawaa-iha wasyifaa-iha, nurril anwar wa sirriil asrar wa
‘ala aalihi masyhuuran wa mastuuran wa ‘ala ashaabihi ajma’in.

Kami adalah keturunan dari nya SAW, kami memegang kunci kunci rahasia dari nya saw kami anak anak dan cucu nya saw, kami memiliki nur nya saw, darah kami adalah darah nya saw, tiap gerakan kami diperhatikan nya Saw, tangisan kami bersambut pelukannya saw, kebahagiaan kami adalah bagian dari risalahnya saw, kami adalah salah satu dari kekuatan agama ini, agama sempurna yang selalu menghadapi hasil kedengkian orang orang pendengki, dan musuh bagi orang orang yang menghendaki kehancuran di muka bumi, sejak awal permulaan, hingga hari kiamat. Para wali Nya, sebagian ada yang masyhur atau diketahui orang lain tentang kewaliannya, dan sebagian dari waliNya yang lain adalah mastur atau tidak diketahui orang lain tentang kewaliannya, begitu pula dengan kami, para keturunan nya saw. Sebagian dari kami diketahui manusia, dan disambut dengan ciuman umat, mulai dari pecinta nya saw hingga para penjilat munafik yang menginginkan hal hal tersembunyi dibaliknya. Semua orang yang mengetahui hal ini kemudian memberi gelar mereka dengan sayid atau habib atau syarif atau segala sebutan kemuliaan untuk mereka karena hubungan pertalian nasab mereka dengan sang kekasih utama saw. Hanya saja, sebagian dari umat, dan bahkan dari kalangan masyhur ini tidak mengetahui keberadaan, maupun keadaan kami, keturunan mastur nya saw. Sebagian dari kami penyapu jalanan, sebagian dari kami membasuh piring piring umat di rumah mereka, sebagian dari kami adalah sopir, sebagian dari kami adalah pejuang pejuang tersembunyi yang tidak dikenal, sebagian dari kami tinggal di hutan, digunung gunung, di jalan jalan, dan sebagian kami tinggal di istana, maupun gedung gedung. Akan tetapi kami mengetahui siapa kami, dan siapa saudara saudara masyhur kami. Keinginan kami sama dengan mereka, membawa agama ini kepada kejayaan yang telah dijanjikan. Tidak ada rasa iri dalam hati kami kepada mereka yang masyhur, kami membantu mereka, mendukung mereka dengan jiwa dan raga kami, semampu kami. Tidak ada dari kami yang menyuarakan tentang eksistensi diri kami kepada khalayak umat atau harapan kemasyhuran dengan memegang nasab keturunannya saw karena kami dikehendakiNya menjadi mastur, terhindar dari hiruk pikuk kemuliaan silsilah. Selama ratusan tahun, kami bergerak tanpa diketahui bahwa kami adalah keturunannya saw, dan kami menjaga diri kami, dan diri yang masyhur. Kami turut memegang segala aib dan kesalahan kalian yang dengan bangga mengatakan keturunannya saw, dan tanpa tau konsekwensi dari pernyataan itu.

Sebagaimana manusia, kita semua memiliki kesalahan, kekhilafan, dan kelupaan. Hanya saja umat hanya mengetahui bahwa kalian adalah keturunan nya saw, dan setiap tingkah kalian yang tidak sesuai dengan tuntunan nya saw, tidak lain mereka menyalahkan nasab kalian dengan mengatakan, “keturunan Rasul kok kaya gitu dan segala perkataan dan pernyataan yang menyalahkan kalian karena kalian diketahui sebagai keturunannya saw. Selama ratusan tahun, kalangan masyhur yang amat sangat taat dan memegang teguh legasi kenabian saw, mengetahui keberadaan kami, mengetahui keadaan kami, mencintai kami, dan kami pun mencintai mereka, dan beberapa dari mereka menyebutkan kami di kitab mereka, dan beberapa dari mereka menjelaskan tentang kami kepada anak cucu mereka. Hanya saja, saat ini, sebagian dari kalangan masyhur muda, kalangan masyhur akhir zaman, kalian yang bahkan belum mengetahui bagaimana kerasnya hidup mempertahankan umat agar tidak tercerai berai hanya terfokus kepada urusan silsilah di robithah, perkumpulan kalangan masyhur yang menuliskan rantai emas silsilah yang berisikan tidak sampai seperempat dari jumlah kita yang sesungguhnya. Sebagian dari kami sudah merasakan dipukuli, dihajar, seperti layaknya penjahat, karena dianggap mengaku keturunannya Saw tanpa memiliki bukti tertulis berupa buku maupun kartu, dan tidak tertulis di perpustakaan silsilah keluaran kalangan masyhur. Tentu saja kami tidak memilikinya, apa yang kalian ingin kan ? kami mastur, kami tersembunyi, kami berbaur dengan umat, sebagian dari kami bahkan mengelap sepatu kalian di rumah kalian sendiri, dan kami tidak mengaku, sebenar benar kami, tidak akan mengaku, hanya saja Dia yang menunjuk kepada salah satu umat untuk menyaksikan nur kami, siapa kami, dan kemudian Dia pula yang membuka nya kepada yang lain, dan kemudian kalian mendatangi pintu pintu rumah kami, menatap kami seperti kami makhluk najis, kalian abaikan hati dan nurani kalian bahwa kalian melihat nur kami, kalian abaikan hati dan nurani kalian bahwa kami saudara kalian, dan kemudian kalian permalukan kami dihadapan keluarga kami, tetangga kami, kawan kawan kami. Amat banyak perlakuan kalian, diskriminasi, pengasingan, sampai penghujatan dan pemukulan terhadap kami dikarenakan ketidak pahaman kalian terhadap kami. Selama ratusan tahun, kami telah menjalani hidup kami dengan menjadi penutup aib kalian. Tidak terhitung lagi keluhan umat saat ini terhadap kelakuan kalian, tapi kami selalu menutup nya.

Selama ratusan tahun, darah kami tidak diketahui, ada dari kami yang menjadi pimpinan dikalangan manusia, dari Afrika, Inggris, Jerman, Perancis, sampai Indonesia. Sebagian kami yang benar benar terlena dengan harta dan kekuasaan menjadi murtad, iya, banyak dari kami yang memiliki orang tua yang bukan dari agama ini, raja raja Kristen, Katolik yang diagungkan di dunia barat, sampai raja raja Budha, Hindu di dunia timur, banyak dari mereka yang memiliki darah darinya saw , dan beberapa dari kami menjadi mualaf setelah mengetahui bahwa kami adalah keturunan dari nya saw, dan menyadari tugas yang harus diemban berikutnya. Dan ya, kami pun mengetahui dari kalangan masyhur pun beberapa memiliki kakek ataupun buyut yang bukan dari islam. Tapi bagaimana pun, tanpa mereka, kalian tidak akan ada di dunia ini. Kami sudah cukup lelah menghadapi kelakuan kalian yang semakin jauh dari yang seharusnya. Mulai dari yang muda yang ingin hura hura, sampai yang tua yang memanfaatkan kemasyhuran nya untuk mendapatkan harta yang tidak berarti demi kehidupan dunia dengan cara cara yang sangat kami sesali. Saudaraku, kami ada, kami disisi kalian, selama ratusan tahun, buyut buyut kami turut mendukung kalian dengan cara yang tidak akan pernah dimengerti kalangan masyhur seperti kalian. Tiap cabang ilmu yang kalian ketahui dan pelajari tidak akan membuka tentang siapa kami, hanya ilmu yang datang dari sisi Nya lah yang akan membuka mata hati kalian tentang kami. Karena kami mastur, kami tersembunyi di kalangan umat, dan sebagian kami adalah tetangga kalian yang kadang kalian sebut dengan sebutan yang seharusnya bukan merendahkan, hanya saja cara kalian tersenyum mencibir menyebutnya lah menjadikan hati kami tersakiti. Ya, kami tau siapa kami, kalangan datuk datuk kalian sendiri yang masyhur dengan kewaliannya, mendatangi kami dalam tidur tidur kami, dan menjelaskan segala sesuatunya. Kami memliki tulisan tulisan datuk kami yang dipegang secara turun temurun untuk membantu kami, membimbing kami, untuk menemukan siapa dari kalangan masyhur yang harus kami jaga, kami tutup aibnya, dan kami dukung perjuangannya. Sudah banyak keluhan dari kalangan kami sendiri atas perlakuan kalian yang makin jauh dari harapan dan doa datuk datuk kalian, kami
lelah. Dulu, datuk datuk kami mengisahkan tentang bersatu nya kalangan masyhur dan mastur untuk mempersatukan umat, dan masing masing memiliki tugas yang harus dikerjakan, kalangan masyhur pun menjaga pertalian nasab dengan menikahkan anak anak mereka dengan kalangan mastur, wanita, laki laki, agar menjaga persaudaraan dengan kami. Dan sekarang, kalangan masyhur menjadi sangat eksklusif, dan dengan mudah menyatakan kami tidak sekufu’ atau tidak sepadan dengan kalian, dan akhirnya menjadikan kalian semakin jauh dari kami. Kami saudara kalian, apa yang ada dalam darah kalian juga mengalir dalam darah kami, cobalah untuk istikharah dan minta lah petunjukNya, maka kalian akan mengetahui dengan jelas siapa kami, bagaimana berat beban yang kami pikul. Jika kalian merasa berat beban menghadapi umat, maka kami merasakan beratnya beban kami menghadapi umat, dan kalian. Kalian tidak sendiri di muka bumi ini, kalian selalu bersama kami, dan datuk datuk kami pun sangat menyadari pentingnya keberadaan kami secara tersembunyi ini dan tidak pernah mengharapkan pengakuan kalian terhadap kami. Namun perlakuan kalian kepada kami, saudara saudara kami, keluarga kami yang tidak lain adalah saudara dan keluarga kalian juga, benar benar menyakitkan kami lahir dan batin. Semakin pergantian jaman, sebagian kalian semakin eksklusif, dan rasis, kalian mengagungkan silsilah kalian yang jelas dan tertulis itu dengan ekstrim, dan menghadapi umat dengan wajah ulama, padahal kami mengetahui apa apa yang kalian lakukan dibelakang, karena kami selalu bersama kalian. Tangisan kami atas doa doa kepada kalian selalu diperhatikan Nya, sebagian besar dari kami bertemu dengan kakek kita yang termulia Saw, kami selalu bersama kalian, membaur dengan umat, membantu kalian, dan menutup aib aib kalian. Tolonglah kami, bukan dengan harta ataupun ketenaran, tolonglah kami, ringankan beban kami, jadilah diri kalian dengan kembali kepada kesucian yang diinginkan Nya, dan diinginkan kakek kita saw.

Selama ratusan tahun, dua kubu saudara, masyhur dan mastur, selalu ada di muka bumi ini, berjalan dengan tugas masing masing, dan entah kenapa sekarang beban itu amat sangat terasa berat di pundak kami. Kalangan sufi yang lurus amat banyak membantu kami, karena mereka adalah salah satu mercusuar cahaya Nya di muka bumi, mereka melihat dengan hati, mendengar dengan hati, merasakan dengan hati, dan mereka mengetahui bagaimana berat yang kami rasakan, mereka biasanya menemani kami dibelakang ataupun ditengah deretan umat yang duduk di majlis majlis kalian. Sadarilah, bahwa ilmu yang kita miliki ini hanya sedikit, dengan begitu hati kita akan dibimbing untuk mendapat ilmu yang tidak terdapat di buku ataupun kitab tertulis, dan sadarilah, kesombongan itu amat sangat halus dan tidak terasa, hanya saja, saat kehancuran itu tiba, barulah kita sadar bahwa selama ini kita hidup dalam kesombongan. Banyak dari kami pun mendapati beberapa dari kalian memandang rendah ulama ulama dari kalangan selain keturunannya saw, padahal apa yang mereka sampaikan benar benar berasal dari nya saw juga. Kita bukan lah orang yang mulia, hanya saja kakek kita lah saw yang mulia, dan kemudian Dia memuliakan kita karena darahnya saw terdapat dalam diri kita, dan Dia pula yang melukiskan wajah wajah kita. Banyak dari kami berwajah arab, asia, eropa, melayu, dan banyak pula dari kami yang berkulit hitam, hanya saja darah kami sama dengan kalian, jadi jangan lah kalian merendahkan orang yang tidak berwajah arab, bernama arab, atau menggunakan pakaian arab. Banyak dari kami menggunakan pakaian kehinaan, mengais sampah didepan rumah kalian, banyak juga dari kami yang menggunakan jas, menandatangani proyek proyek kalian, dan banyak juga dari kami yang mengantar anak anak kalian sekolah dengan becak yang kami kayuh. Lihatlah kami dengan hatimu, dan kalian akan mendapati cahaya kakek kita Saw pada diri kami. Tolonglah kami saudara kami yang kami cintai, kalianlah yang dilihat umat, bukan kami, kalianlah yang muncul didepan umat dengan imamah dan gamis, kalian pula yang berteriak dalam khutbah kalian untuk dakwah kepada umat, kami mengamati dan kami pula lah yang maju dibarisan paling depan untuk memimpin umat melakukan apa yang kalian teriakkan, dan kemudian kami pula lah yang harus berurusan dengan keluhan keluhan perlakuan kalian terhadap umat. Beberapa dari kami menyerah, karena kami hanya manusia biasa seperti kalian, dan dari yang menyerah itu, meninggalkan urusan dan tugas ini, dan bahkan tidak lagi menjelaskan siapa dirinya kepada anak anaknya lagi, kami semakin lemah disini, dan kalian semakin menjadi jadi. Dan tidak mungkin kami menuliskan ini, kecuali telah seizinNya, untuk mengingatkan kalian, karena kami benar benar telah tertindas dan terzhalimi dari ulah kalian, tidak semuanya tentu saja, beberapa dari kalian yang mengetahui hal ini, amat sangat baik kepada kami, dan bahkan mengatakan seandainya aku masih muda, dan dengan izin kalian, diriku sendiri, dan aku akan perintahkan anak anak ku untuk mengabdi kepada kalian, tapi tentu saja bukan itu yang kami inginkan. Kami tersembunyi, kami mengabdi, dan kami punya tugas yang tidak bisa kalian para masyhur lakukan. Dan kami tidak akan berhenti, dengan izinNya, kami akan selalu ada, dan selalu mengerjakan tugas kami, dengan izinNya pula kami menyebar dan membaur dengan umat selama ratusan tahun, turun temurun dan hanya mengharap kepada cintaNya dan cinta kakek kita saw.

Untuk saudara saudaraku yang mastur, yang tersembunyi dalam balutan kaus dan celana jeans, dalam jas, dalam sarung, ataupun kain bekas yang tidak layak untuk dipakai budak sekalipun, maupun yang telah menyadari tugas dan kewajibannya sebagai keturunannya saw, kami akan menemukan kalian dimanapun kalian berada, tenangkan hatimu, hapuskan semua tangisanmu, Dia mengetahui, Dia melihatmu, pun kakek kita saw juga selalu bersama kita, kalian tidak sendiri di muka bumi ini, pejamkan matamu, tenangkan dirimu, insyaAllah dengan izinNya, kami akan menemukan kalian dan menjelaskan risalah ke-mastur-an ini kepada kalian, risalah yang telah turun temurun selama ratusan tahun dijaga dan dijalankan dengan sangat baik, insyaAllah. Tersenyumlah saudaraku, Dia selalu bersama orang orang yang hatinya hancur karenaNya, ketersembunyian kita di dunia ini, akan menjadi kemasyhuran yang luarbiasa di hari kiamat nanti, sambutanNya, sambutan kakek kita saw, sambutan para malaikatNya lah yang kita tunggu. Jaga dirimu, jaga keluargamu, insyaAllah Dia akan membimbing kita semua. Yaa Rabb, sholli wa salim wa baarik ‘ala sayidina wa nabiyyuna wa jadduna Muhammad tibbil quluub wa dawaa-iha wasyifaa-iha, nuuril anwar wa sirril asrar wa ‘ala aalihi masyhuuran wa mastuuraan wa ‘ala ashaabihi ajma’in.

Wallahu A'lam

////////////////////////////////////////////
Manuskrip diatas tanpa nama yang jelas, dan bersumber dari :http://resources.rootsweb.com/~guestbook/cgi-bin/public_guestbook.cgi?gb=4615&action=view

Dzikrul Jalaalah


Dzikrul Jalaalah adalah satu doa yang biasa diamalkan oleh para ulama kita. ini merupakan amalan zikir dengan menyebut lafaz tahlil yang diikuti dengan permohonan untuk keamanan dari hilangnya keimanan dan keamanan dari fitnah godaan syaithan yang terkutuk. Dan ini diakhiri dengan memohon keampunan dan rahmat Allah s.w.t. Almarhum Buya al-Maliki rahimahUllah dalam "Khulaashatu Syawaariqil Anwaari min ad`iyatis Saadatil Akhyaar" menganjurkan agar dzikir ini dibaca setelah membaca asma-ul husna. Akan tetapi bisa saja dzikir dan doa ini dibaca tanpa didahului dengan asma-ul husna sebagaimana diamalkan oleh para ulama. Dzikir ini bisa diamalkan kapan saja, sebaiknya dengan dawam. Mudah-mudahan bisa terkabul dan terpelihara dari hilangnya iman tatkala menghembuskan nafas kita yang terakhir.... Allahumma aamiin.

Tiada tuhan selain Allah,yang wujud sepanjang zaman


Tiada tuhan selain Allah yang disembah setiap tempat


Tiada tuhan selain Allah yang disebut setiap lidah


Tiada tuhan selain Allah yang dikenali dengan keihsanan


Tiada tuhan selain Allah yang setiap masa sentiasa mentadbir 'alam


Tiada tuhan selain Allah.

(Kami mohon) keamanan, keamanan dari kehilangan iman dan dari fitnah godaan syaithan. Wahai Tuhan yang sifat keihsananNya kekal abadi, telah banyak keihsananMu terhadap kami, keihsananMu yang berkekalan. Wahai Tuhan yang Maha Penyayang, Wahai Tuhan yang Maha Penganugerah, Wahai Tuhan yang Maha Pengasih, Wahai Tuhan yang Maha Pemurah, Wahai Tuhan yang Maha Pengampun, Wahai Tuhan yang Maha Pemaaf, ampunkanlah kami dan rahmatkanlah kami, Engkaulah sebaik-baik Pengasih