Rabu

Muthaba’ah 3 Wali pada Muhammad SAW



“Wa Ma Arsalnaka Illa Rohmatan Lil ‘Alamin” Mungkin ayat inilah yang memotifasi kepada setiap Hamba Allah atau yang bergelar Umat Rosululloh untuk selalu mencintai Nabiyulloh Muhammad SAW, apakah gerangan motifasi serta harapan tersebut ? Motifasi tersebut tak lain & tak bukan adalah meneladani sifat atau perangai Nabi baik dalam Dzohir dan Bathin.

Jika dalam pandangan Dzohir maka hal tersebut dapat ditempuh dengan meneladani sifat/perangai beliau melalui Hadist-Nya pula, sedangkan dalam pandangan Bathin harus dengan melalui suatu jalan (tharekat).

Dengan perpaduan antara Syari’at & Tharekat itulah maka bukan tidak mungkin seorang “salik” akan singgah dalam “Hadroh” nabi yang sebelumnya telah sirna dalam “Muthaba’ah” kepada beliau.

Muthaba’ah itu sendiri dapat dilihat dengan mata hati jika telah menerima panji-panji ketuhanan yang diserahkan oleh Rosululloh sendiri.

Alkisah, Salah seorang jama’ah ahli wilayyah menegaskan dan mengabarkan bahwa Nabi mengundang 3 Wali yang bernama Muhammad, ketiganya hampir sangat dekat kepada Nabi bahkan beliau dalam kesempatan mengatakan dihadapan para wali
Inilah 3 permata-Ku
Inilah diantara 7 pasak panji-panji-ku

Ketiganya telah menerima Ijazah hasil Muthaba’ah tersebut secara langsung dari Nabi berupa panji-panji ketuhanan, dan ketiganya pun menerima dengan warna yang berbeda, Siapakah 3 Wali tersebut ? mereka adalah

1.     Syekh Sayyid Muhammad Al-Aydrus , beliau menerima panji berwarna kuning.
2.   Syekh Sayyid Muhammad Yusuf Al-kaf beliau menerima panji warna hijau.
3.   Syekh Sayyid Muhammad Thalhah Maulana Al-kaf beliau menerima panji warna merah.

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus.
(Q.S.An-nisa: 125)

Ketiganya bukan saja memiliki kesamaan Nama, namun ketiganya sangat haus kasih sayang dari kekasih Allah Azza Wa Jalla itu.

Mudah mudahan kita selalu mendapat Pertolongan serta Bimbingan Allah agar selalu dalam Muthala’ah kepada Nabi Muhammad SAW. Amin

ALLAHUMMA-RZUQNA MUTHABA’ATAN –NABY SAW
AWWALAN, WA AKHIRAN
WA DZOHIRAN WA BATHINAN
WA QOULAN WA FI’LAN
WA THO’ATAN WA ‘IBADATAN
WA ‘AMALAN SHOLIHAN WA ADAH.

Laylatul Qadr



Syaikh Muhammad Nazhim ‘Adil al-Haqqani


Malam ini adalah malam Laylatu-l Qadar yang suci. Tidak semua orang mencapainya. Manusia tertidur, dan setelah itu mereka menyesal karena mereka kehilangan malam ini. Sementara itu, yang lain terlihat terjaga, tetapi mereka lalai, dan karena itu mereka tidak melihat apa-apa. Kita memohon agar dapat memperoleh malam suci ini dan dihitung sebagai orang yang berhasil mencapainya…

Ada kekayaan yang tampak dan ada pula kekayaan yang tidak tampak--beberapa orang kaya di dunia, sementara yang lain kaya di akhirat. Jika kalian datang mendekati mereka yang kaya di dunia ini, mungkin kalian akan mendapat sesuatu dan mereka mungkin tidak akan membiarkan kalian pulang dengan tangan hampa. Tetapi, mereka yang kaya di akhirat akan selalu memberi. Jika suatu kapal yang dipenuhi barang-barang akan berlabuh di sini, tidakkah akan Saya bagikan barang-barang itu kepada ummat? Saya akan panggil mereka yang miskin. Dan siapa yang memberikan uang dan hartanya demi Allah tidak akan pernah habis. Dan siapa yang memiliki kedudukan di akhirat akan memberi kepada orang yang mengikuti mereka untuk akhirat…

Pada malam ini Allah membuka suatu rahmat dari samudera-samudera-Nya, sehingga Dia memberikan nya secara melimpah kepada orang yang mendapatkan malam ini. Faiz (kekayaan) dari malam ini juga sampai kepada kita… Malam ini adalah malam yang paling tinggi barakahnya di antara semua malam. Kita mencoba untuk memenuhi kewajiban kita, tetapi kita tidak mampu untuk berbuat adil kepada Allah. Betapa jauh diri kita dari melayani-Nya menurut cara yang patut bagi-Nya. Apa yang kita lakukan sebenarnya hanya memiliki nilai simbolik belaka…

Bulan ini berlalu demikian cepatnya. Kita berpuasa, tetapi kita bukannya kehilangan, justru vitalitas kita bertambah terus. Jika Islam tidak haqq (benar), bagaimana mungkin suatu perintah sejak 15 abad yang lampau masih tetap berlaku dan satu miliar orang melaksanakan puasa? Suatu mobil tidak bisa berjalan tanpa bahan bakar. Jika tidak ada suatu kekuatan spiritual yang sedang dan tetap bekerja sejak 15 abad lalu, tentu Islam tidak akan bertahan hingga sekarang. Ada suatu kekuatan penggerak bagi Islam. Adakah orang yang merasa bosan terhadap suatu mata air yang segar? Saat Ramadhan dimulai, kalbu-kalbu kita dipenuhi dengan kegembiraan. Jika tidak, tentu mereka bukanlah Muslim. Siapa yang menghormati malam suci ini tidak akan jatuh ke jurang krisis. Dan siapa yang tidak menghormati malam ini, dia akan dicatat dan ditandai oleh malaikat sebagai berikut, di pagi hari–dia tidak melakukan sujud. Tengah hari, tidak melakukan sujud. Sore hari, malam dan dini hari tidak melakukan sujud…. Allah telah menyeru manusia untuk shalat, dan mereka tidak memenuhi seruan-Nya. Segala sesuatunya dicatat, tidak peduli siapa orangnya dan apa kedudukannya. Saya harus memberitahukan tentang hal ini pada kalian dan menasihati kalian.

Bagi setiap orang, akan tiba hari terakhirnya. Dan kematian adalah penuh dengan heybet, sedemikian rupa hingga seseorang tidak mau dan tidak dapat melalui satu malam atau bahkan satu jam di dalam kubur di samping mayat seseorang yang telah mati, demikianlah ketakutan di tempat seperti itu. Setiap orang akan sendiri di kuburnya masing-masing, dan hanya ada kegelapan… Berusahalah untuk meninggalkan tubuh kalian dalam keadaan bersih demi ruh kalian… Ada seseorang pada zaman Rasulullah saw yang kalbunya dipenuhi kecintaan pada beliau dan selalu berusaha merayakan Maulid Rasulullah . Orang itu amat terberkahi sehingga ketika dia wafat, badan spiritual dari Rasulullah sendiri yang datang untuk mengambil ruhnya. Ruhnya pergi dengan bersih dan suci, dengan suatu wangi yang harum. Adalah penting untuk pergi dalam keadaan suci dan baik, agar para malaikat pun menerima kalian dengan baik.