Selasa

Ya Rasulallaah Ya Ahlal Wafa


Wahai Rasulullah..
Wahai yang menyempurnakan janji, wahai yang berakhlak agung, wahai lautan kejernihan.
Engkau setelah Allah, sebaik-baik harapan dan pelindung, wahai pilihan, wahai Mustafa, wahai penutup para Rasul, wahai sebaik-baik manusia, wahai penolong yang sangat cepat, raihlah orang yang salah ini, hambamu yang durhaka, dosa-dosanya menjerumuskannya  di (tempat yang menjadi) penghalang dan menjauhkannya serta melemperkannya di samudera kesedihan yang gelombangnya dari segala penjuru menggulung, maka ia datang padamu, lari dari dosanya dari waktu  yang memusnahkan dan masa yang keadaannya telah terbalik, sehingga wajah menjadi berada dibelakang, dari kesusahan yang telah membinasakan, dari duka cita yang telah menyelimuti, , dari  cobaan serta kedudukan yang tiada dapat menghilangkannya kecuali perhatianmu dan cukuplah itu. Maka selamatkanlah aku, dengan pertolongan segera, dan carilah aku (yang hilang ini..), wahai yang termulia…tolonglah aku, raihlah aku dan jadilah pelindungku.
Wahai pemimpin orang-orang lurus, jagalah aku dari semua yang ku berhati-hati darinya, dalam penghidupanku dan tempat kembali yang dekat, mohonkanlah pada Ar-Rahman (pemenuhan) kebutuhanku yang sangat mendesak dalam diri.
Engkaulah pintu Allah SWT, tercapailah harapan dan cita-cita, mereka yang berdiri disana. Engkaulah tali Allah yang memegangnya akan memperolah kebaikan dan menepati janji.
Wahai Rasulullah…wahai matahari petunjuk, setiap bahaya karenamu telah hilang. Wahai Rasulullah…Wahai samudera kemurahan, setiap kemurahan darimu telah dikenal. Wahai Rasulullah…Kekeringan dan kelaparan serta kemiskinan dibumi telah merebak.
Wahai Rasulullah…Mahalnya harga menghancurkan orang-orang miskin yang kelaparan dan lemah, tahun-tahun kekeringan membinasakan mereka, sehingga semuanya mendekati kematian, sedangkan pemilik harta dan kekayaan diantara meraka memiliki sifat kikir yang buruk lagi membinasakan, kekikiran tak membiarkan mereka berinfak di jalan Allah SWT yang memberi ganti (balasan amal). Maka, mereka yang dalam keadaan darurat (butuh bantuan) laksana ikan-ikan yang berada dalam lautan yang kering, penyebab semua ini adalah mereka semua telah melampaui batas. Maka, mintakanlah maaf bagi mereka wahai junjunganku, kepada Tuhanmu Maha Pengasih yang Maha Pemurah Maaf-Nya, mohonkanlah pada-Nya  agar menurunkan hujan bagi mereka yang merata, yang melupakan kekeringan sebelumnya lalu manusia dapat hidup dengan layak, bersyukur kepada Allah SWT secara terang-terangan dan tersembunyi.
Tolonglah wahai Rasulullah…untuk menghilangkan bencana ini, hingga sirna sebab engkau punya derajat yang agung dan kedudukan terbesar lagi sempurna.
Ya Allah..berlemah lembutlah kepada kami, demi kedudukan Al-Mustafa dan curahkanlah hujan, sesungguhnya kami orang-orang lemah, kami telah bermaksiat lalu kami bertobat, maka ampunilah dan terimalah (taubat) orang-orang yang durhaka lalu mengakui dosanya. Hilangkanlah kelaparan dari muka bumi, juga kedzaliman dan ketidakadilan yang menebal. Tolonglah agama, tuntunlah pemeluknya dan bimbinglah penguasa agar memenuhi tanggung jawab.
Wahai yang Maha Mulia, wahai yang Maha Dermawan, Maha Mulia, wahai Maha Penyayang, wahai yang Maha Lembut diantara yang lembut, wahai yang Maha Mengetahui, wahai yang Maha Bijaksana pelimpah kebaikan, wahai yang berbelas kasih yang belas kasih-Nyatelah menimbulkan kasih saying, wahai yang besar Pemberian, anugerah karunia dan kebaikan-Nya sebagaimana yang telah disifatkan.
Semoga shalawat Allah meliputi Ahmad Al-Mustafa,  yang meredamkan api syirik dan kekafiran, juga salam Allah beserta berkat-Nya atas keluarganya yang terhormat dan mulia, pula atas sahabat pengikut jejak mereka, terus menerus selama kilat bersinar berkibar dan angina sepoi yang harum berhembus, sebagai penawar dan obat hati yang sakit.
Allahumma Shalli Wasallim Wabarik `Alaih wa `ala Alih wa Ashabih….

sumber : www.ahlulkisa.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar