Senin

Majelis Taklim Guru Zhofaruddin bin Ja'far (Sekumpul ke-2)


Lantunan nasyid simthud Duror atau lebih akrab dengan sebutan Maulud Habsyi ini, sesekali ditingkahi suara tembang, menerabas gendang telinga setiap orang yang melewati Jalan Biawan, Samarinda Ilir, setiap Ahad malam.

Suara yang menghidupkan hati ini berasal dari sebuah rumah dalam Gang I, Jalan Biawan tepat diturunan jembatan Sei Pinang Dalam (jembatan III). Sebuah majelis Taklim yang dipimpin oleh Guru Zhofaruddin atau lebih akrab dikalangan jamaah dan muridnya dengan sebutan guru Udin. Sebelum memberikan tausiah, biasanya, bersama para jamaah guru Udin membaca Maulud Habsyi, dilanjutkan dengan pembacaan kitab Fikih. Menurut beberapa jamaahnya, kebiasaan itu berasal dari Sekumpul. Dimana sebelum melakukan pembacaan kitab, jamaah diajak untuk bersama-sama membaca Maulud Habsyi.

Meski pengajiannya berlangsung sampai larut, baru usai. Ratusan jamaahnya yang hadir terus mengikuti dengan tekun. Saking banyaknya para jamaah tidak semuanya tertampung dalam rumah sang guru. Sebagian memanfaatkan emperan rumah disekitarnya. Tidak kurang dari sekitar lima ratus orang hadir dalam setiap pengajian malam senin tersebut.

Guru Udin pertama kali datang kesamarinda, setelah lulus menimba ilmu di Pondok, sekitar tahun 1980-an beliau mengikuti majelis Taklim pimpinan Guru Usman Balghah, di Jalan Pulau Sebatik, terus berpindah dari majelis taklim yang satu kemajelis taklim yang lainnya.

Cara penyampaian pengajian atau tausiah yang di berikannya, menarik masyarakat untuk datang. Tidak kaku, sesekali diiringi dengan guyonan segar, merupakan ciri khas dari sang mantan Juara MTQ tingkat anak-anak tahun 70-an itu. Lebih dari itu, bahasa yang digunakan umumnya bahasa banjar yang sangat cocok dengan masyarakat Samarinda, yang sebagian besar adalah suku banjar walaupun yang hadir dalam pengajian beliau bukan hanya dari kalangan suku banjar saja, setidaknya memiliki kekerabatan dengan ”Urang banjar”.

MIRIP GURU SEKUMPUL

Tampilan guru Udin sehari-harinya, mirip dengan Al-Alimul Allamah Al-Arif Bilah, Syekh KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, atau guru Ijai, ulama kharismatik Indonesia. Tidak hanya serban dan gamis pakaian kesehariannya, bahkan suaranya pun sangatlah mirip, kecuali postur, keduanya (Guru Ijai dan Guru Udin) menurut sebagian jemaah dan muridnya, memiliki kemiripan. Baik tata busana sampai pada suaranya.

2 komentar:

  1. assalamualaikum,,, ada kah mp3nya dari guru Udin...
    klo ada mudahan bisa di uploadkan
    terimakasih

    BalasHapus
  2. Wa'alaykumussalam.
    maaf ana pun belum memilki mp3 tersebut. tapi jika nantinya boleh berbagi bersama. Insya Allah

    BalasHapus